Kesehatan Kulit

Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit superfisial yang mudah menular, paling sering pada anak, akibat Staphylococcus aureus, Streptococcus grup A, atau keduanya. Luka kecil berkembang menjadi pustul atau lepuh lalu pecah dan membentuk kerak seperti madu.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Impetigo

Seberapa umum, dan bakteri mana yang paling sering menjadi biangnya

Impetigo adalah infeksi kulit bakteri paling umum pada anak usia 2–5 tahun dan menyumbang sekitar 10% kasus penyakit kulit yang ditangani klinik anak. Selama beberapa dekade terakhir, pola penyebabnya bergeser di negara industri: Staphylococcus aureus kini menjadi penyebab paling umum, menggantikan posisi Streptococcus pyogenes (grup A) yang dulu dominan—meski di daerah tropis, streptokokus tetap menjadi penyebab utama.

S. aureus sebenarnya sering hidup tanpa gejala di dalam hidung banyak orang sehat (disebut kolonisasi nasal); bakteri ini baru menyebabkan impetigo saat ada jalan masuk ke kulit lewat luka kecil, gigitan serangga, eksim, atau kudis, lalu melepaskan toksin yang merusak lapisan kulit terluar. Mengetahui pergeseran bakteri penyebab ini penting secara praktis karena memengaruhi pilihan antibiotik topikal atau oral yang paling efektif menurut pola resistensi setempat.

Bentuk nonbulosa dan bulosa

Impetigo nonbulosa membentuk kerak tebal kekuningan, sering di sekitar hidung, mulut, atau luka. Bentuk bulosa menghasilkan lepuh lebih besar akibat toksin stafilokokus. Kudis, eksim, gigitan, dan luka memudahkan bakteri masuk.

Penyebaran cepat atau bayi sakit perlu pertolonganPeriksa segera bila demam, kemerahan dan nyeri meluas, kulit melepuh luas atau mengelupas, mata terlibat, anak sangat lemah, urine berkurang atau gelap, atau pasien bayi baru lahir maupun imunokompromais.

Diagnosis dan terapi

Diagnosis biasanya dari pemeriksaan. Kultur dipertimbangkan pada wabah, kekambuhan, atau kegagalan terapi. Sedikit lesi dapat diobati antibiotik topikal tertentu seperti mupirocin, yang menjadi lini pertama untuk impetigo lokal dan biasanya menyembuhkan tanpa komplikasi; lesi banyak, bulosa, atau luas memerlukan antibiotik oral yang menargetkan stafilokokus dan streptokokus sesuai pola lokal.

Batasi penularan

Cuci tangan, potong kuku, tutup lesi, jangan menggaruk atau berbagi handuk, pakaian, pisau cukur, dan alat olahraga. Cuci linen setiap hari. Kembali sekolah atau kerja mengikuti kondisi dan kebijakan setempat setelah antibiotik efektif dimulai, umumnya setidaknya 12–24 jam.

Jangan memakai krim steroid sendiri

Steroid tanpa diagnosis dapat menutupi atau memperburuk infeksi. Habiskan antibiotik sesuai resep. Setelah impetigo streptokokus, urine gelap, bengkak wajah atau kaki, dan tekanan darah tinggi dapat menandakan komplikasi ginjal yang jarang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, StatPearls — Impetigo, Impetigo: Diagnosis and Treatment (AAFP). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.