Seberapa umum, dan mengapa setiap hari keterlambatan operasi berarti
Atresia bilier tergolong langka, memengaruhi sekitar 1 dari 10.000 anak, tetapi menjadi penyebab utama transplantasi hati pada anak. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami—diduga kombinasi kerusakan pembuluh, proses imun yang salah menyasar saluran empedu, kelainan struktural, atau infeksi virus tertentu—yang berujung pada peradangan dan jaringan parut yang menyumbat saluran empedu.
Yang membuat kecepatan diagnosis sangat krusial adalah data nyata tentang hasil operasi Kasai: tingkat kelangsungan hidup 2 tahun mencapai 56% bila operasi dilakukan sebelum usia 60 hari, turun menjadi 52% pada usia 61-90 hari, dan hanya 41% bila dilakukan setelah usia 90 hari. Setiap minggu keterlambatan sejak gejala pertama muncul secara nyata mengurangi peluang keberhasilan jangka panjang—inilah mengapa warna tinja pucat pada bayi yang tampak sehat sekalipun harus segera diperiksa, bukan ditunggu sampai gejala lain muncul.
Tanda awal
Kuning yang menetap setelah usia sekitar dua minggu, bagian putih mata kuning, urine gelap, dan terutama tinja sangat pucat, abu-abu, putih, atau seperti dempul perlu diperiksa segera. Bayi awalnya dapat tampak sehat dan tetap minum, sehingga warna tinja jangan diabaikan.
Diagnosis
Dokter mengukur bilirubin langsung, fungsi hati dan pembekuan, lalu menggunakan USG, pemeriksaan aliran empedu, biopsi, atau kolangiografi sesuai kebutuhan. Penyebab kolestasis bayi lain harus dibedakan, tetapi pemeriksaan tidak boleh tertunda karena hasil operasi lebih baik bila dilakukan dini.
Operasi dan transplantasi
Portoenterostomi Kasai menghubungkan usus ke area hati agar empedu dapat mengalir; tindakan ini tidak menyembuhkan saluran yang rusak tetapi dapat mempertahankan hati asli lebih lama. Sebagian anak tetap memerlukan transplantasi hati karena aliran tidak cukup atau penyakit hati berlanjut.
Perawatan jangka panjang
Tim memantau pertumbuhan, vitamin larut lemak, nutrisi, pembesaran limpa, hipertensi portal, perdarahan, dan infeksi saluran empedu atau kolangitis. Demam setelah Kasai memerlukan evaluasi cepat. Obat, vitamin, dan antibiotik profilaksis hanya digunakan sesuai tim hepatologi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK, NIDDK Repository, Timing of Kasai Procedure for Biliary Atresia (ScienceDirect). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



