Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Diare pada Bayi Usia 6–24 Bulan

Kesehatan Bayi

Diare pada Bayi Usia 6–24 Bulan

Tidak ada satu “obat paling mujarab” untuk semua diare bayi. Prioritasnya adalah mencegah dehidrasi dengan oralit, meneruskan ASI dan makanan, serta memperoleh penilaian bila ada tanda bahaya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Diare pada Bayi Usia 6–24 Bulan

Mengapa oralit dan zinc adalah kombinasi yang tepat

Diare adalah penyebab dehidrasi paling umum pada anak, dan sejak WHO/UNICEF mengadopsi oralit sebagai terapi utama pada 1978, angka kematian anak balita akibat diare akut turun dari 4,5 juta menjadi sekitar 1,8 juta kematian per tahun secara global—penurunan besar yang murni berasal dari rehidrasi sederhana, bukan obat mahal. Oralit bekerja karena formulanya secara spesifik memanfaatkan mekanisme penyerapan gula-garam di usus yang tetap berfungsi normal meski usus sedang meradang oleh infeksi, sehingga cairan dan elektrolit tetap terserap meski diare berlangsung.

Zinc melengkapi oralit lewat mekanisme berbeda: penelitian menunjukkan suplementasi zinc mengurangi volume total tinja sekitar 31% dibanding plasebo serta memperpendek durasi dan keparahan episode diare, kemungkinan dengan mendukung perbaikan sel-sel usus yang rusak akibat infeksi dan memperkuat respons imun lokal.

Berikan cairan yang tepat

Gunakan oralit yang dilarutkan persis sesuai petunjuk kemasan. Berikan sedikit demi sedikit dengan sendok atau cangkir dan ulangi setelah buang air besar cair. Teruskan ASI sesering yang bayi mau.

Tanda dehidrasi atau penyakit beratSegera periksa bila bayi sulit minum, muntah berulang, sangat mengantuk, mata cekung, mulut kering, popok jauh lebih jarang basah, tinja berdarah, demam tinggi, atau diare menetap. Dehidrasi berat membutuhkan cairan melalui pembuluh darah.

Makan dan zinc

Teruskan makanan sesuai usia dalam porsi kecil dan sering. WHO merekomendasikan zinc selama 10–14 hari pada diare anak, tetapi dosis dan sediaan untuk bayi perlu dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan atau apoteker.

Yang sebaiknya dihindari

Jangan memberi obat penghenti diare orang dewasa, antibiotik sisa, jamu yang tidak jelas kandungannya, minuman bersoda, atau larutan gula-garam buatan bila oralit tersedia. Antibiotik hanya berguna pada penyebab tertentu setelah pemeriksaan.

Mencegah penularan

Cuci tangan dengan sabun setelah mengganti popok dan sebelum menyiapkan makanan, gunakan air aman, bersihkan permukaan, dan ikuti jadwal imunisasi termasuk rotavirus sesuai program yang berlaku.

Mencari bantuan di IndonesiaOralit dan zinc tersedia melalui banyak puskesmas/FKTP. Bila bayi tampak lemas atau tidak bisa minum, langsung cari layanan darurat.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization, WHO: Zinc untuk diare, Zinc as a treatment modality for acute infectious diarrhea in children (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.