Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Asfiksia Neonatorum

Kesehatan Bayi

Asfiksia Neonatorum

Asfiksia neonatorum atau asfiksia saat lahir menggambarkan bayi yang gagal memulai dan mempertahankan napas efektif setelah lahir. Ini adalah keadaan darurat yang membutuhkan penilaian dan resusitasi segera oleh tenaga terlatih.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Asfiksia Neonatorum

Apa yang terjadi

Kurangnya oksigen dan aliran darah dapat memengaruhi otak, jantung, ginjal, paru, dan organ lain. Komplikasi persalinan, gangguan plasenta atau tali pusat, infeksi, perdarahan, aspirasi mekonium, prematuritas, dan kondisi ibu atau janin dapat meningkatkan risiko, tetapi penyebab perlu dinilai secara individual.

Tindakan pada menit pertama

Tim menilai napas, denyut jantung, warna, tonus, dan respons. Bayi dijaga hangat, dikeringkan, diposisikan, dan distimulasi; bila tidak bernapas efektif, ventilasi tekanan positif dengan masker merupakan langkah kritis. Kompresi dada, obat, atau intubasi digunakan sesuai respons dan protokol.

Bayi tidak bernapas memerlukan bantuan langsungSegera panggil tenaga kesehatan atau layanan darurat bila bayi baru lahir tidak bernapas atau hanya megap-megap, lemas, atau kebiruan. Resusitasi bayi memerlukan teknik dan alat khusus; jangan mengguncang, menepuk keras, menggantung, atau menunda untuk ramuan.

Setelah resusitasi

Bayi memerlukan pemantauan napas, oksigen, suhu, gula darah, tekanan, kejang, urine, dan fungsi organ. Pada bayi cukup bulan atau mendekati cukup bulan dengan ensefalopati hipoksik-iskemik sedang-berat, pendinginan terapeutik di pusat berpengalaman dapat dipertimbangkan dalam jendela waktu ketat.

Tindak lanjut

Tidak semua bayi mengalami dampak jangka panjang. Bayi dengan kejadian bermakna membutuhkan pemantauan pendengaran, penglihatan, pertumbuhan, gerak, bahasa, belajar, dan perilaku. Fisioterapi atau intervensi dini sebaiknya dimulai segera bila ditemukan keterlambatan.

Mencari bantuan di IndonesiaPersalinan dengan faktor risiko sebaiknya direncanakan di fasilitas yang memiliki tim dan alat resusitasi neonatal serta akses rujukan NICU. Setelah pulang, patuhi jadwal kontrol tumbuh kembang.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, WHO — resusitasi bayi baru lahir. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.