Mengapa bayi jauh lebih rentan infeksi telinga daripada orang dewasa
Sekitar 80% anak mengalami infeksi telinga tengah setidaknya sekali sebelum usia sekolah, dengan puncak kejadian pada usia 6–12 bulan. Alasannya murni anatomis: tuba eustachius (saluran kecil penghubung telinga tengah dengan bagian belakang hidung) pada bayi jauh lebih pendek, lebih lebar, dan posisinya lebih mendatar dibanding pada anak besar atau orang dewasa, yang posisinya lebih miring ke bawah.
Bentuk ini membuat dua masalah sekaligus: kuman dari hidung dan tenggorokan (misalnya saat pilek) jauh lebih mudah 'naik' ke telinga tengah lewat saluran yang pendek dan datar itu, sementara cairan yang terbentuk saat radang jauh lebih sulit mengalir turun dan keluar karena saluran tidak cukup miring untuk membantu drainase alami. Seiring pertumbuhan anak, sudut tuba eustachius berangsur menjadi lebih curam, yang menjelaskan mengapa infeksi telinga jauh lebih jarang terjadi setelah usia 5 tahun.
Gejala yang dapat muncul
Bayi dapat menarik telinga, rewel, sulit menyusu atau tidur, demam, kurang merespons suara, kehilangan keseimbangan, atau mengalami cairan dari telinga. Menarik telinga saja tidak selalu berarti infeksi.
Perawatan sementara
Tawarkan cairan dan jaga bayi nyaman. Tanyakan pilihan serta dosis pereda nyeri berdasarkan usia dan berat badan. Kompres hangat di bagian luar boleh dicoba bila nyaman dan tidak terlalu panas.
Jangan masukkan bahan ke telinga
Jangan memasukkan minyak, ramuan, air, cotton bud, atau obat tetes tanpa pemeriksaan, terutama bila ada cairan karena gendang telinga mungkin berlubang.
Antibiotik tidak selalu diperlukan
Banyak infeksi telinga membaik sendiri, sementara beberapa membutuhkan antibiotik. Dokter menentukan pilihan setelah melihat gendang telinga dan menilai usia serta tingkat keparahan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Acute Otitis Media. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



