Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Demam pada Bayi Setelah Imunisasi

Kesehatan Bayi

Demam pada Bayi Setelah Imunisasi

Demam ringan, rewel, atau nyeri di tempat suntikan dapat terjadi setelah imunisasi dan biasanya membaik dalam waktu singkat. Tidak semua demam setelah imunisasi disebabkan oleh vaksin.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Demam pada Bayi Setelah Imunisasi

Mengapa demam justru tanda vaksin 'bekerja'

Demam setelah imunisasi bukan efek samping yang tidak diinginkan dalam arti kegagalan, melainkan bukti sistem imun bawaan bayi sedang aktif merespons: vaksin merangsang sel imun melepaskan zat pembawa pesan seperti IL-1β, IL-6, dan TNF-α, yang di antara fungsinya adalah menaikkan set-point suhu tubuh di otak. Respons inilah yang justru diperlukan untuk memicu terbentuknya kekebalan jangka panjang terhadap penyakit yang divaksinasi.

Demam cenderung lebih sering muncul ketika beberapa vaksin diberikan bersamaan pada satu kunjungan, karena efek gabungan dari beberapa antigen dan adjuvant (zat penguat respons imun) yang bekerja serentak. Ini bukan tanda bayi 'kelebihan vaksin'—kombinasi ini sudah diuji aman dan justru mengurangi jumlah kunjungan yang diperlukan.

Perawatan di rumah

Berikan ASI atau susu formula lebih sering dan pantau kondisi bayi. Kompres sejuk pada tempat suntikan dapat membantu nyeri. Jangan membungkus bayi terlalu tebal dan jangan menggunakan air es atau alkohol untuk menurunkan suhu.

Segera minta bantuanCari pertolongan segera untuk kesulitan bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, lemas atau sulit dibangunkan, kejang, tangisan tak henti, dehidrasi, atau bila Anda sangat khawatir. Bayi berusia di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih harus dinilai tenaga kesehatan.

Tentang obat penurun panas

Obat tidak selalu diperlukan hanya karena angka suhu naik. Bila bayi tampak tidak nyaman, tanyakan dosis parasetamol berdasarkan berat badan kepada tenaga kesehatan. Jangan memberi aspirin kepada anak dan jangan menggabungkan obat tanpa arahan.

Pantau, bukan hanya mengukur suhu

Perhatikan kemampuan minum, jumlah popok basah, napas, kesadaran, tangisan, ruam, dan apakah kondisi membaik. Catat waktu imunisasi, mulai demam, suhu, dan obat yang diberikan.

Imunisasi berikutnya

Demam ringan setelah dosis sebelumnya biasanya bukan alasan untuk menghentikan rangkaian imunisasi. Ceritakan reaksi yang terjadi kepada petugas sebelum dosis berikutnya agar dapat dinilai dengan tepat.

Mencari bantuan di IndonesiaHubungi fasilitas tempat imunisasi atau FKTP. Untuk reaksi berat, langsung ke IGD; jangan menunggu jadwal kontrol.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, Post-vaccination fever in infants: Real-world data analysis (ScienceDirect). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.