Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Demam Rematik Akut

Jantung dan Kesehatan Anak

Demam Rematik Akut

Demam rematik akut adalah reaksi imun yang dapat muncul 1-5 minggu setelah infeksi Streptococcus grup A. Penyakit ini dapat mengenai sendi, jantung, otak, dan kulit; kerusakan katup jantung dapat menetap.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Demam Rematik Akut

Beban global yang timpang, dan mengapa Indonesia perlu waspada

Demam rematik dan penyakit jantung rematik akibatnya memengaruhi lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 300.000 kematian per tahun—namun bebannya sangat timpang: penyakit ini tergolong langka di negara maju (kurang dari 1 per 100.000 di Inggris) tetapi tetap menjadi penyebab utama penyakit jantung pada anak di negara berkembang, termasuk Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara, dengan tren insidensi yang justru meningkat dari 78 menjadi 94 per 100.000 anak antara 1990 dan 2021 secara global.

Kesenjangan ini bukan soal genetik, melainkan akses: negara maju berhasil menekan penyakit ini terutama lewat diagnosis dan pengobatan infeksi radang tenggorokan streptokokus yang cepat dan menyeluruh, bukan lewat vaksin atau terobosan medis khusus. Ini menegaskan bahwa demam rematik pada dasarnya adalah penyakit yang dapat dicegah lewat akses layanan kesehatan primer yang baik—informasi yang relevan bagi keluarga Indonesia karena penyakit ini masih menjadi penyebab utama kelainan jantung didapat pada anak di banyak wilayah negara berkembang.

Gejala utama

Demam dan nyeri atau bengkak yang berpindah antar sendi besar sering terjadi. Carditis dapat menyebabkan nyeri dada, sesak, berdebar, murmur baru, atau gagal jantung. Chorea Sydenham berupa gerakan tidak terkontrol, kelemahan, tulisan memburuk, atau emosi labil dan dapat muncul lebih lambat.

Gejala jantung atau saraf memerlukan penilaian cepatKe IGD bila sesak, nyeri dada, pingsan, bibir kebiruan, lemah berat, bengkak, gerakan tidak terkendali yang mengganggu makan atau berjalan, kebingungan, atau penurunan kesadaran.

Diagnosis

Tidak ada satu tes pasti. Dokter memakai kriteria Jones, bukti infeksi streptokokus sebelumnya, pemeriksaan fisik, antibodi, ECG, dan ekokardiografi; carditis dapat terlihat pada echo walau murmur tidak terdengar. Diagnosis banding mencakup infeksi, penyakit autoimun, dan kelainan sendi lain.

Pengobatan

Antibiotik mengeradikasi streptokokus, obat antiinflamasi mengurangi gejala, dan gagal jantung atau chorea ditangani sesuai berat. Setelah episode, antibiotik profilaksis jangka panjang diperlukan untuk mencegah kekambuhan; pilihan dan durasi bergantung usia, carditis, dan kelainan katup.

Pencegahan

Sakit tenggorokan streptokokus tidak dapat dibedakan pasti dari virus hanya dari rasa sakit; pemeriksaan dan tes diperlukan pada pola yang sesuai. Menuntaskan antibiotik resep membantu mencegah demam rematik. Profilaksis sekunder harus terjadwal dan tidak dihentikan ketika pasien merasa sehat.

Mencari bantuan di IndonesiaAnak dengan dugaan demam rematik memerlukan rujukan anak atau jantung anak dan ekokardiografi. Simpan jadwal profilaksis antibiotik dan tanyakan mekanisme kontrol JKN agar dosis tidak terputus.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, Global burden of rheumatic heart disease: trends from 1990 to 2019 (PMC), Changes in the burden and underlying causes of rheumatic heart disease in children, 1990–2021 (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.