Keracunan dan Keselamatan

Keracunan Merkuri

Merkuri bukan satu paparan yang seragam. Merkuri elemental terutama berbahaya ketika uapnya terhirup, garam anorganik dapat merusak saluran cerna dan ginjal, sedangkan methylmercury dari rantai makanan terutama memengaruhi saraf dan perkembangan janin. Tes dan terapi bergantung bentuk, dosis, serta waktu.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Keracunan Merkuri

Mengapa jenis merkuri menentukan organ mana yang paling terdampak

Merkuri elemental (cairan logam yang menguap pada suhu ruangan) sangat berbahaya saat terhirup sebagai uap karena bentuk uap ini mudah larut dalam lemak dan cepat menembus paru-paru serta otak, menjelaskan mengapa paparan tumpahan merkuri di ruang tertutup terutama merusak paru dan sistem saraf. Bentuk yang sama sekali berbeda, methylmercury, terbentuk ketika bakteri di sedimen air mengubah merkuri anorganik menjadi bentuk organik yang larut lemak dan sangat stabil secara biologis.

Karena sifatnya yang stabil dan larut lemak ini, methylmercury terus menumpuk di tubuh ikan kecil yang memakannya dari air, lalu berpindah dan terkonsentrasi semakin tinggi setiap kali ikan yang lebih besar memakan ikan yang lebih kecil — proses biomagnifikasi inilah yang menjelaskan mengapa ikan predator besar seperti tuna dan hiu bisa mengandung merkuri jauh lebih tinggi dibanding air laut tempat mereka hidup. Methylmercury yang larut lemak ini juga mudah menembus sawar darah-otak dan sawar plasenta, menjelaskan mengapa paparan lewat konsumsi ikan tertentu terutama mengkhawatirkan bagi perkembangan saraf janin, berbeda dari uap merkuri elemental yang lebih menyerang paru terlebih dahulu.

Sumber dan gejala

Tumpahan alat lama, proses tambang atau industri, pembakaran, krim pemutih ilegal, obat tradisional tertentu, serta konsumsi ikan predator dapat menjadi sumber. Uap kadar tinggi menyebabkan batuk, sesak, nyeri dada, mual dan dapat merusak paru; paparan kronis menimbulkan tremor, perubahan mood, gangguan ingatan, kesemutan, koordinasi, gusi, dan ginjal.

Uap merkuri dapat merusak paruKeluar dari area dan cari bantuan segera bila ada sesak, batuk setelah tumpahan, nyeri dada, muntah berat, kebingungan, tremor hebat, gangguan berjalan, penurunan kesadaran, atau paparan pada anak dan ibu hamil. Jangan memicu muntah atau mencoba kelasi sendiri.

Evaluasi yang tepat sasaran

Riwayat pekerjaan, rumah, produk, makanan, bentuk merkuri, jalur dan waktu paparan menentukan tes. Urine lebih berguna untuk elemental atau anorganik; darah atau rambut dapat membantu paparan methylmercury tertentu. Pemeriksaan tanpa riwayat yang sesuai dapat menyesatkan dan tes provokasi setelah kelator tidak dianjurkan.

Penanganan

Hentikan paparan, pindahkan dari uap, lepaskan pakaian terkontaminasi, dan bilas kulit atau mata. Dukungan paru, ginjal, dan saraf dilakukan di rumah sakit. Kelasi memiliki risiko dan hanya diputuskan ahli toksikologi berdasarkan spesies merkuri, gejala, kadar tervalidasi, kehamilan, dan waktu—bukan dari tes alternatif.

Tumpahan dan makanan

Jangan menyapu atau memakai vacuum cleaner pada tumpahan merkuri karena menyebarkan uap; jauhkan orang, buka ventilasi ke luar bila aman, dan ikuti petugas lingkungan. Nasihat konsumsi ikan harus menyeimbangkan manfaat nutrisi dengan pilihan jenis rendah merkuri, terutama bagi ibu hamil dan anak.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC/NIOSH, PMC — bioaccumulation and biomagnification of mercury in seafood. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.