Beranda/Cedera dan Kegawatdaruratan/Keracunan Etilen Glikol

Keracunan dan Keselamatan

Keracunan Etilen Glikol

Etilen glikol adalah cairan beracun pada antifreeze dan sejumlah produk industri. Setelah tertelan, tubuh mengubahnya menjadi asam beracun; seseorang dapat tampak hanya mabuk pada awalnya lalu mengalami napas cepat, gangguan jantung, kerusakan ginjal, kejang, koma, dan kematian.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Keracunan Etilen Glikol

Mengapa gejala awal menipu dan kerusakan ginjal datang belakangan

Etilen glikol sendiri sebenarnya relatif tidak berbahaya — bahaya sesungguhnya muncul karena hati mengubahnya lewat enzim alkohol dehidrogenase menjadi rangkaian zat yang semakin beracun: pertama glikoaldehida, lalu asam glikolat yang menumpuk dan menyebabkan darah menjadi sangat asam, dan akhirnya asam oksalat yang mengikat kalsium dalam darah membentuk kristal kalsium oksalat. Proses metabolisme inilah yang menjelaskan mengapa gejala awal hanya menyerupai mabuk alkohol biasa (pusing, bicara pelo, mengantuk) — efek berbahaya belum muncul karena racun sesungguhnya belum terbentuk, baru muncul setelah hati sempat mengubah etilen glikol menjadi metabolit beracunnya.

Kristal kalsium oksalat yang terbentuk kemudian mengendap di ginjal dan merusak jaringan ginjal secara langsung, menjelaskan mengapa cedera ginjal akut biasanya baru muncul 24-72 jam setelah tertelan, jauh setelah gejala awal yang tampak ringan. Obat fomepizole bekerja dengan menghalangi enzim alkohol dehidrogenase yang sama yang memulai seluruh rantai metabolisme beracun ini, sehingga etilen glikol yang belum diubah dapat dikeluarkan tubuh secara alami sebelum sempat berubah menjadi racun — inilah mengapa fomepizole paling efektif bila diberikan sedini mungkin, sebelum proses metabolisme beracun ini sempat berjalan jauh.

Perjalanan keracunan

Jam awal dapat berupa pusing, bicara pelo, mengantuk, mual, muntah, dan gangguan koordinasi. Asidosis, napas dalam-cepat, denyut tidak normal, kalsium rendah, dan gangguan paru dapat menyusul. Cedera ginjal sering muncul 24–72 jam kemudian; menunggu gejala berat menghilangkan waktu terapi.

Setiap dugaan tertelan adalah keadaan daruratHubungi layanan darurat dan bawa wadah produk bila aman. Jangan paksa muntah, jangan memberi alkohol atau ramuan sebagai antidot, dan jangan menunggu gejala. Bilas mata atau kulit terpapar dengan air dan lepaskan pakaian terkontaminasi.

Diagnosis

Riwayat produk, jumlah, waktu, dan paparan bersama alkohol sangat penting. Rumah sakit menilai gas darah, elektrolit, anion gap, osmolar gap, kalsium, ginjal, kadar etilen glikol dan etanol, EKG, serta urine. Gap atau kristal kalsium oksalat yang normal tidak selalu menyingkirkan paparan.

Terapi rumah sakit

Fomepizole menghambat pembentukan metabolit beracun dan diberikan sedini mungkin bila paparan kuat dicurigai; hasil kadar tidak harus ditunggu pada pasien berisiko. Bikarbonat, koreksi elektrolit, vitamin kofaktor, dukungan napas, dan hemodialisis digunakan menurut asidosis, kadar, organ, serta kondisi klinis.

Pencegahan

Simpan antifreeze dalam wadah asli terkunci, jangan pernah memindahkan ke botol minuman, dan bersihkan tumpahan sesuai petunjuk. Produk berwarna atau terasa manis tetap berbahaya. Jauhkan dari anak dan hewan; jangan mengandalkan bau, warna, atau lampu ultraviolet untuk menentukan aman.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada ATSDR/CDC, StatPearls — Ethylene Glycol Toxicity. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.