Jaringan Ikat, Aorta, dan Genetik

Sindrom Marfan

Sindrom Marfan adalah kelainan jaringan ikat, umumnya akibat varian FBN1, yang dapat memengaruhi aorta, katup jantung, mata, tulang dan paru. Bahaya utamanya adalah pelebaran serta robekan aorta, sehingga pemantauan tetap diperlukan meski seseorang merasa sehat.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Sindrom Marfan

Ciri tubuh saja tidak cukup untuk diagnosis

Tubuh tinggi-ramping, lengan/jari panjang, dada atau tulang belakang berubah dan kaki datar dapat muncul, tetapi juga ditemukan pada orang tanpa Marfan. Lensa mata bergeser, pelebaran pangkal aorta dan riwayat keluarga lebih menentukan. Dokter memakai kriteria Ghent, pemeriksaan mata, pencitraan jantung dan tes genetik dalam konteks klinis.

Aorta harus diukur secara berkala

Ekokardiografi menilai pangkal aorta dan katup; CT atau MRI digunakan bila bagian lain perlu terlihat. Frekuensi bergantung ukuran dan laju pertumbuhan. Beta-blocker atau ARB dapat memperlambat pelebaran pada pasien tertentu, sementara operasi pencegahan dipertimbangkan sebelum risiko robek tinggi berdasarkan ukuran tubuh, gen, pertumbuhan dan riwayat keluarga.

Nyeri dada atau punggung mendadak adalah daruratHubungi layanan gawat darurat bila muncul nyeri dada, punggung atau perut yang tiba-tiba sangat berat/merobek, pingsan, sesak, kelemahan satu sisi atau sulit bicara. Gejala ini dapat menandakan diseksi aorta atau stroke dan tidak boleh dibawa sendiri bila bantuan tersedia.

Mata, tulang dan paru ikut dirawat

Pemeriksaan mata berkala mendeteksi lensa bergeser, rabun berat, glaukoma atau retina lepas. Skoliosis, nyeri, dada cekung/menonjol dan sleep apnea ditangani sesuai dampak. Hindari merokok. Aktivitas aerobik ringan-sedang biasanya lebih aman daripada olahraga kontak, angkat beban berat atau latihan isometrik intens, tetapi batas individual ditentukan kardiolog.

Keluarga dan kehamilan perlu perencanaan

Pewarisan biasanya autosomal dominan, sehingga kerabat tingkat pertama dapat ditawari evaluasi terarah. Kehamilan menambah beban pada aorta dan memerlukan tim obstetri-kardiologi berisiko tinggi sejak sebelum hamil, dengan pencitraan serta rencana persalinan. Obat tertentu seperti ARB tidak aman selama kehamilan dan harus ditinjau dokter.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada GeneReviews — FBN1-related Marfan syndrome, NHLBI — Marfan syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.