Apa yang terjadi di otak selama beberapa detik itu
Kejang absans terjadi akibat gangguan pada sirkuit thalamokortikal—jalur komunikasi bolak-balik antara talamus (stasiun relai sinyal di tengah otak) dan korteks (lapisan luar otak). Normalnya, sirkuit ini menjaga keseimbangan halus antara sinyal 'nyala' dan 'padam' saat memproses informasi. Pada kejang absans, keseimbangan ini terganggu sehingga muncul gelombang listrik sinkron yang khas—disebut spike-wave discharge dengan frekuensi sekitar 3 kali per detik—yang secara serentak 'membekukan' kesadaran selama episode berlangsung.
Karena episode ini bisa sangat sering—sebagian anak mengalami hingga 100 kali sehari—dampaknya pada belajar sering lebih besar dari yang disadari orang tua atau guru: bukan karena anak tidak memperhatikan, tetapi karena otaknya secara harfiah 'terputus' sesaat dari input di sekitarnya berkali-kali sepanjang hari, sehingga potongan-potongan pelajaran hilang tanpa disadari.
Seperti apa kejang absans?
Aktivitas berhenti tiba-tiba, mata menatap kosong, dan kelopak dapat berkedip. Episode tipikal biasanya berlangsung kurang dari 20 detik dan tidak dapat dihentikan dengan memanggil nama atau menyentuh anak.
Dampaknya pada anak
Episode dapat terjadi berkali-kali sehari. Anak bisa kehilangan bagian percakapan atau pelajaran sehingga tampak tidak memperhatikan dan prestasi sekolah menurun.
Diagnosis
Catatan atau video episode dapat membantu dokter. EEG digunakan untuk melihat pola aktivitas listrik otak; pemeriksaan lain dipilih bila gejalanya tidak khas atau ada dugaan penyebab lain.
Pengobatan dan keselamatan
Obat antikejang dapat mengendalikan episode pada banyak anak dan harus dipilih oleh dokter. Sampai terkontrol, diskusikan keselamatan saat berenang, mandi, bersepeda, berada di ketinggian, atau aktivitas lain yang berisiko.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Epilepsy Foundation, Clinical and experimental insight into pathophysiology of absence seizures (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



