Seberapa umum, dan mengapa selulitis menyebar begitu cepat
Selulitis cukup umum, dengan perkiraan insidensi sekitar 200 kasus per 100.000 orang per tahun, lebih sering pada usia paruh baya-lanjut dan pada musim yang lebih panas. Penyebab tersering adalah bakteri Streptococcus grup A atau Staphylococcus aureus yang masuk lewat celah kecil di kulit—luka, kutu air, atau ulkus.
Yang membedakan selulitis dari infeksi kulit lain adalah kecepatan penyebarannya: bakteri streptokokus tertentu melepaskan enzim (seperti streptokinase dan hyaluronidase) yang secara khusus 'mencerna' komponen jaringan ikat yang seharusnya membatasi dan melokalisasi peradangan—inilah sebabnya kemerahan pada selulitis dapat meluas nyata dalam hitungan jam, berbeda dari abses yang cenderung terkurung dalam satu kantong nanah. Diabetes, obesitas, dan gangguan sirkulasi meningkatkan risiko karena ketiganya melemahkan sawar kulit, sistem imun, dan aliran darah sekaligus—tiga lapis pertahanan yang normalnya mencegah infeksi ini terjadi.
Pintu masuk bakteri
Luka, gigitan, garukan, eksim, kutu air, ulkus, suntikan, tato, tindik, dan edema kronis memungkinkan bakteri masuk. Diabetes, obesitas, gangguan sirkulasi, dan imunitas lemah meningkatkan risiko serta memperlambat penyembuhan.
Diagnosis dan kultur
Selulitis biasanya didiagnosis dari pemeriksaan; tes darah tidak selalu dibutuhkan. Nanah sebaiknya dikultur pada situasi tertentu, terutama infeksi berat, berulang, atau risiko MRSA. USG membantu membedakan abses tersembunyi dari selulitis.
Antibiotik atau drainase
Sebagian besar selulitis mendapat antibiotik oral dan anggota tubuh ditinggikan. Infeksi berat memerlukan intravena. Abses sering harus dibuka dan didrainase; antibiotik ditambahkan menurut ukuran, lokasi, gejala sistemik, dan risiko. Jangan menusuk sendiri.
Perawatan dan pencegahan
Cuci dan tutup luka, jangan berbagi handuk atau pisau cukur, tangani kutu air serta eksim, dan kontrol edema atau diabetes. Tandai tepi kemerahan bila disarankan dan kembali bila meluas atau tidak membaik dalam waktu yang ditentukan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, StatPearls — Cellulitis, Cellulitis: current insights into pathophysiology and clinical management (PubMed). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



