Beranda/Infeksi/Infeksi Cacing Tambang

Infeksi Parasit

Infeksi Cacing Tambang

Cacing tambang adalah parasit usus yang larvanya umumnya menembus kulit ketika berjalan tanpa alas di tanah tercemar tinja. Cacing dewasa mengisap darah di usus dan infeksi berat dapat menyebabkan anemia, gangguan pertumbuhan, serta masalah kehamilan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Infeksi Cacing Tambang

Mengapa cacing kecil bisa menyebabkan anemia besar

Cacing tambang dewasa menempelkan diri kuat-kuat pada dinding usus menggunakan gigi atau lempeng pemotong, lalu menyedot darah langsung dari pembuluh darah kecil di dinding usus. Yang membuatnya sangat merugikan bukan hanya darah yang benar-benar diisap cacing, melainkan zat antikoagulan yang disuntikkan cacing ke lokasi gigitan untuk mencegah darah membeku — zat ini membuat darah terus merembes keluar dari lokasi gigitan bahkan setelah cacing berpindah tempat, sehingga darah yang hilang jauh lebih banyak dari yang benar-benar dikonsumsi cacing itu sendiri.

Satu cacing Ancylostoma dapat menyebabkan kehilangan darah hingga sekitar 0,15-0,2 mL per hari, dan dengan banyak cacing di usus sekaligus, kehilangan darah kronis ini perlahan menguras cadangan zat besi tubuh selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Anak-anak yang cadangan zat besinya sudah lebih kecil dan kebutuhannya lebih tinggi untuk pertumbuhan paling rentan mengalami anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah kronis yang sebenarnya sangat kecil per harinya, tetapi terus menerus terjadi tanpa disadari.

Perjalanan infeksi

Ruam gatal dapat muncul di tempat masuk larva, biasanya kaki. Larva bergerak melalui darah dan paru sebelum tertelan ke usus; batuk singkat dapat terjadi. Infeksi usus menyebabkan nyeri perut, diare, lelah, pucat, pica, dan penurunan kemampuan belajar atau bekerja.

Anemia berat memerlukan pertolonganSegera periksa bila sesak saat istirahat, nyeri dada, pingsan, jantung berdebar berat, sangat pucat, BAB hitam atau berdarah, muntah terus, bengkak, atau anak sangat lemah dan tidak mau minum.

Diagnosis

Pemeriksaan tinja mencari telur, tetapi telur spesies cacing tambang tampak serupa. Darah dapat menunjukkan anemia mikrositik dan eosinofilia; ferritin serta status gizi membantu menilai kekurangan zat besi. Gejala saja tidak cukup karena banyak penyebab anemia lain.

Terapi

Albendazole atau mebendazole digunakan menurut usia, kehamilan, pedoman lokal, dan program deworming; dosis berbeda dari parasit lain. Anemia memerlukan zat besi dan evaluasi kehilangan darah atau gizi. Infeksi berat mungkin perlu pemantauan respons tinja dan hemoglobin.

Pencegahan

Gunakan alas kaki, toilet yang aman, jangan buang air besar sembarangan, cuci tangan dan hasil kebun, serta tingkatkan sanitasi. Pengobatan massal di daerah endemis menurunkan beban tetapi reinfeksi tetap mungkin bila tanah kembali tercemar.

Mencari bantuan di IndonesiaPuskesmas dapat membantu pemeriksaan tinja, hemoglobin, pemberian obat cacing sesuai program, dan terapi zat besi. Jangan memberi obat cacing berulang tanpa menilai anemia serta dosis yang sesuai.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, NEJM — hookworm infection. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.