Beranda/Saraf dan Otak/Japanese Encephalitis (Radang Otak Jepang)

Infeksi Saraf

Japanese Encephalitis (Radang Otak Jepang)

Japanese encephalitis adalah infeksi virus yang ditularkan nyamuk Culex di sebagian Asia dan Pasifik. Kebanyakan infeksi tanpa gejala, tetapi sekitar satu dari 250 dapat berkembang menjadi ensefalitis berat dengan kematian atau disabilitas neurologis jangka panjang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Japanese Encephalitis (Radang Otak Jepang)

Penularan dan risiko

Nyamuk memperoleh virus terutama dari siklus babi dan burung air; manusia biasanya tidak menularkan virus kembali. Risiko meningkat di wilayah endemis, terutama pedesaan dengan sawah atau peternakan, musim penularan, tinggal lama, serta banyak aktivitas malam di luar ruangan.

Gejala ensefalitis

Setelah demam dan sakit kepala, penyakit berat dapat menyebabkan muntah, leher kaku, bingung, perubahan perilaku, kejang, kelemahan, gangguan gerak, koma, dan gagal napas. Penyebab ensefalitis lain seperti herpes, dengue, malaria, bakteri, dan autoimun perlu dibedakan.

Ensefalitis adalah darurat medisKe IGD segera bila demam disertai kejang, kebingungan, perubahan perilaku, sulit dibangunkan, leher kaku, kelemahan, gangguan bicara, muntah berulang, atau napas tidak normal. Jangan menunggu hasil tes perjalanan.

Diagnosis dan terapi

Diagnosis menggunakan antibodi spesifik pada cairan serebrospinal atau darah dengan interpretasi vaksinasi dan virus terkait; pungsi lumbal, MRI, EEG, dan tes lain menilai penyebab. Tidak ada antivirus khusus, sehingga perawatan berfokus pada jalan napas, kejang, tekanan otak, cairan, dan rehabilitasi.

Vaksin dan nyamuk

Vaksin aman dan efektif digunakan di wilayah yang menjadikan JE prioritas serta untuk pelancong dengan paparan bermakna. Jadwal mengikuti produk dan program nasional. Gunakan repelan, pakaian panjang, kelambu, kasa, dan ruang berpendingin; perlindungan tetap diperlukan setelah vaksin.

Mencari bantuan di IndonesiaUntuk rencana perjalanan ke daerah endemis, konsultasikan vaksin JE di klinik perjalanan atau fasilitas imunisasi beberapa minggu sebelum berangkat agar seri dapat diselesaikan tepat waktu.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.