Diabetes dan Metabolik

Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, sistem imun merusak sel pankreas pembuat insulin. Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tidak disebabkan pola makan, belum dapat dicegah, dan memerlukan insulin setiap hari untuk bertahan hidup.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Diabetes Tipe 1

Mengapa gejala muncul tiba-tiba padahal kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun

Diabetes tipe 1 dimulai ketika sistem imun keliru menyerang sel beta di pankreas—satu-satunya sel yang memproduksi insulin—melalui proses yang sebenarnya sudah berjalan diam-diam bertahun-tahun sebelum gejala pertama muncul. Fungsi sel beta biasanya sudah mulai menurun sejak sekitar 6 tahun sebelum diagnosis, tetapi tubuh masih mampu mengompensasi hingga sekitar separuh sel beta hancur; begitu kerusakan mencapai sekitar 60-85% menjelang diagnosis, penurunan terjadi sangat cepat dalam 6-18 bulan terakhir dan gejala klasik seperti sering kencing, sangat haus, dan berat badan turun muncul dalam hitungan minggu—memberi kesan seolah penyakit ini "datang tiba-tiba", padahal proses perusakannya sudah lama berjalan.

Setelah mulai terapi insulin, banyak pasien mengalami fase "bulan madu" (honeymoon phase) selama beberapa minggu hingga bulan, ketika sisa sel beta yang masih hidup kembali berfungsi lebih baik sehingga kebutuhan dosis insulin turun drastis, kadang membuat keluarga berharap penyakitnya membaik atau bahkan sembuh. Fase ini bersifat sementara karena proses autoimun yang sama tetap berlanjut menghancurkan sisa sel beta yang tersisa, sehingga kebutuhan insulin akan naik kembali setelah beberapa bulan—inilah sebabnya insulin basal tidak boleh dihentikan meski dosis terasa sudah sangat kecil selama fase ini.

Gejala dapat berkembang cepat

Sering kencing termasuk mengompol kembali, sangat haus, lapar, berat turun, lelah, pandangan kabur, infeksi, atau perubahan perilaku dapat muncul dalam minggu hingga bulan. Diagnosis menggunakan gula darah dan kadang keton, autoantibodi, serta C-peptide untuk membedakan tipe.

Diabetic ketoacidosis adalah daruratKe IGD bila napas dalam atau cepat, muntah berulang, nyeri perut, bau napas buah, dehidrasi, mengantuk, kebingungan, atau keton tinggi. Hipoglikemia dengan kejang atau tidak sadar juga darurat; jangan beri minum lewat mulut.

Insulin dan pemantauan

Insulin diberikan melalui suntikan atau pompa dengan dosis basal dan saat makan yang disesuaikan karbohidrat, aktivitas, sakit, dan gula. Glukometer atau continuous glucose monitor membantu keputusan, tetapi pelatihan menghitung dosis dan rencana cadangan tetap penting.

Gula rendah

Gemetar, keringat, lapar, pusing, perubahan perilaku, kebingungan, kejang, atau pingsan dapat menandakan hipoglikemia. Pasien dan keluarga perlu membawa sumber gula cepat serta glukagon bila diresepkan, lalu memeriksa ulang sesuai rencana tim diabetes.

Saat sakit

Insulin basal umumnya tidak boleh dihentikan meski tidak makan. Periksa gula dan keton lebih sering, minum cairan, dan ikuti sick-day rules dari tim. Muntah, keton sedang atau tinggi, atau gula yang tidak turun memerlukan kontak medis cepat.

Mencari bantuan di IndonesiaPastikan persediaan insulin, jarum, strip, keton, sumber gula, dan surat kebutuhan sekolah atau perjalanan. Jangan mengganti merek atau dosis insulin tanpa rencana klinis.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, PMC — Honeymoon Phase in Type 1 Diabetes Mellitus. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.