Tiga cara pemeriksaan
Kriteria ADA yang sering dipakai: A1C 5,7–6,4%; fasting plasma glucose 100–125 mg/dL; atau glukosa 2 jam OGTT 140–199 mg/dL. Ambang dapat berbeda menurut organisasi dan diagnosis perlu konteks/konfirmasi. A1C tidak akurat pada anemia tertentu, hemoglobin variant, transfusi, pregnancy, penyakit ginjal/hati atau perubahan sel darah; dokter dapat memilih plasma glucose.
Risiko yang perlu dinilai
Riwayat keluarga, usia, aktivitas rendah, berat badan berlebih terutama visceral, hypertension/dyslipidemia, PCOS, sleep apnea, fatty liver dan diabetes gestasional meningkatkan risiko. Namun orang bertubuh kurus juga dapat terkena. Periksa tekanan darah, lipid, rokok, obat dan kondisi jantung; fokus bukan hanya angka gula atau menyalahkan individu.
Langkah yang terbukti
Program perubahan gaya hidup terstruktur menargetkan aktivitas sedang sekitar 150 menit per minggu dan, bagi yang sesuai, penurunan 5–7% berat badan. Pilih pola makan yang dapat dipertahankan: lebih banyak sayur, protein dan whole grain/serat; kurangi minuman bergula dan makanan ultra-proses; atur porsi serta tidur. Latihan kekuatan 2–3 kali seminggu menambah manfaat.
Obat dan pemantauan
Metformin dapat dipertimbangkan pada risiko sangat tinggi—misalnya usia lebih muda dengan BMI tinggi, gula/A1C makin naik atau riwayat diabetes gestasional—setelah diskusi manfaat, ginjal, B12 dan efek samping. Prediabetes biasanya diperiksa ulang setidaknya tiap tahun atau lebih cepat menurut risiko. Glucose monitor rumahan/CGM tidak wajib untuk semua orang.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — preventing type 2 diabetes, CDC — National Diabetes Prevention Program. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



