Beranda/Tulang, Otot, dan Sendi/Myositis (Radang Otot)

Penyakit Otot Autoimun

Myositis (Radang Otot)

Myositis berarti peradangan otot, tetapi dalam praktik sering merujuk pada kelompok inflammatory myopathies yang berbeda penyebab, pola, komplikasi, dan respons terapinya. Tanda utama biasanya kelemahan nyata—misalnya sulit bangun dari kursi atau mengangkat lengan—bukan sekadar pegal. Penyakit dapat melibatkan kulit, paru, jantung, dan kerongkongan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Myositis (Radang Otot)

Beberapa penyakit yang berbeda

Dermatomyositis memiliki ruam khas; antisynthetase syndrome sering melibatkan paru dan sendi; immune-mediated necrotizing myopathy menyebabkan kelemahan cepat dan CK tinggi; inclusion body myositis berkembang lambat dengan pola paha serta jari tertentu dan respons imunoterapi terbatas. Infeksi, obat termasuk statin, tiroid, elektrolit, saraf, dan penyakit genetik dapat menyerupai.

Gejala di luar otot

Sulit menaiki tangga, bangun, menyisir rambut, menahan kepala, menelan, atau bernapas perlu ditanyakan. Ruam kelopak keunguan, papul pada buku jari, tangan mekanik, Raynaud, batuk kering, sesak, demam, nyeri sendi, dan berat turun memberi petunjuk subtipe. Nyeri dapat ada tetapi kekuatan dan fungsi harus diukur.

Sulit bernapas atau menelan dapat mengancam nyawaKe IGD bila sesak baru atau cepat memburuk, sulit menelan air liur, tersedak berulang, suara melemah, kelemahan sangat cepat, urine gelap setelah kerusakan otot, nyeri dada, atau pingsan. Demam saat memakai immunosuppressant juga memerlukan penilaian cepat.

Diagnosis menggabungkan bukti

Pemeriksaan kekuatan, CK dan enzim lain, autoantibodi myositis, MRI otot, EMG, serta biopsi otot atau kulit dipilih menurut pola; CK normal tidak selalu menyingkirkan. Fungsi paru, CT dada, tes menelan, dan jantung digunakan bila terkait. Skrining kanker individual penting pada sebagian dermatomyositis, bukan berarti setiap pasien memiliki kanker.

Terapi bergantung subtipe

Corticosteroid sering menjadi awal pada dermatomyositis atau polymyositis, lalu methotrexate, azathioprine, mycophenolate, tacrolimus, rituximab, IVIG, atau terapi lain dipilih menurut organ dan respons. Inclusion body myositis lebih berfokus pada rehabilitasi, pencegahan jatuh, dan menelan. Latihan terarah membantu fungsi dan tidak harus dihindari total.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada The Myositis Association — diagnosis, PubMed Central — diagnosis to treatment review. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.