Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Nyeri Saat Kencing (Disuria)

Saluran Kemih dan Kelamin

Nyeri Saat Kencing (Disuria)

Disuria adalah nyeri, panas, atau perih ketika buang air kecil. Infeksi saluran kemih sering menjadi penyebab, tetapi keluhan serupa dapat berasal dari infeksi menular seksual, peradangan vagina atau prostat, batu, iritasi bahan kimia, maupun masalah lain sehingga antibiotik tidak boleh dipilih hanya dari gejala.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Nyeri Saat Kencing (Disuria)

Mengapa kencing terasa perih

Lebih dari 90% infeksi saluran kemih disebabkan oleh Escherichia coli, bakteri usus yang berpindah dari sekitar anus ke ronggo vagina lalu naik melalui uretra menuju kandung kemih. Bakteri ini memiliki struktur perekat khusus (fimbria) yang membuatnya menempel kuat pada dinding saluran kemih sehingga tidak mudah terbilas oleh aliran urine. Perih atau panas saat kencing muncul karena peradangan pada lapisan uretra dan kandung kemih yang teriritasi oleh bakteri dan sel imun yang melawannya.

Wanita jauh lebih sering mengalami keluhan ini karena uretra mereka jauh lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus, sehingga bakteri usus lebih mudah mencapai kandung kemih. Sekitar 10-13% wanita mengalami infeksi saluran kemih setiap tahun dan lebih dari separuh wanita akan mengalaminya minimal sekali seumur hidup. Menariknya, penelitian yang memantau wanita sebelum infeksi berulang menemukan bahwa gejala perih dan sering kencing yang tadinya hanya dialami sekitar 3% orang bisa melonjak tajam hingga 43% hanya dalam satu hari sebelum infeksi benar-benar terdiagnosis, menunjukkan betapa cepatnya bakteri berkembang biak begitu berhasil menempel.

Petunjuk dari gejala lain

Sering atau mendesak kencing, nyeri bawah perut, urine keruh atau berdarah mendukung infeksi kandung kemih. Cairan dari penis atau vagina, luka genital, nyeri hubungan, atau pasangan baru mengarah ke IMS atau vaginitis. Nyeri pinggang, demam, menggigil, mual, atau muntah dapat menandakan infeksi ginjal.

Demam, nyeri pinggang, atau tidak bisa kencing perlu segera ditanganiCari pertolongan segera bila demam dan menggigil, nyeri pinggang, muntah, hamil, sangat lemah, kebingungan, tidak bisa kencing, darah atau gumpalan banyak, nyeri testis mendadak, atau keluhan terjadi pada bayi. Sepsis dapat berkembang cepat.

Pemeriksaan

Dokter menanyakan kehamilan, aktivitas seksual, obat, produk pembersih, batu, diabetes, kateter, dan masalah prostat. Urinalisis dan kultur dipilih menurut risiko; NAAT menguji gonore atau klamidia. Pemeriksaan panggul atau genital, tes kehamilan, darah, dan pencitraan hanya bila diperlukan.

Penanganan sesuai penyebab

Antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri dengan jenis serta durasi sesuai lokasi, kehamilan, jenis kelamin, kultur, alergi, dan resistensi. IMS memerlukan terapi serta penanganan pasangan. Hentikan sementara produk berpewangi yang mengiritasi, cukup minum bila tidak dibatasi, dan jangan memakai sisa antibiotik atau obat pasangan.

Jika berulang

Keluhan berulang perlu mencari batu, retensi urine, prostatitis, atrofi setelah menopause, interstitial cystitis, kelainan anatomi, atau kebiasaan yang berperan. Darah dalam urine, terutama tanpa infeksi atau setelah terapi, perlu evaluasi tersendiri dan tidak boleh terus dianggap ISK.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK, PMC — E. coli recurrent UTI dynamics. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.