Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Cytomegalovirus (CMV)

Infeksi dan Kehamilan

Cytomegalovirus (CMV)

CMV adalah virus herpes yang sangat umum dan menetap seumur hidup. Kebanyakan orang sehat tidak bergejala atau hanya sakit mirip mononukleosis, tetapi infeksi janin dan reaktivasi pada pasien imunitas lemah dapat menyebabkan penyakit serius.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cytomegalovirus (CMV)

Penularan

Virus menyebar melalui saliva, urine, darah, semen, cairan vagina, ASI, transplantasi, dan dari ibu ke janin. Anak kecil dapat mengeluarkan virus berbulan-bulan. Cuci tangan setelah mengganti popok, jangan berbagi sendok, gelas atau dot, dan hindari mencium anak di mulut selama kehamilan untuk mengurangi risiko.

Congenital CMV

Sebagian besar bayi tampak sehat, tetapi sebagian memiliki kuning, ruam, kepala kecil, berat lahir rendah, pembesaran hati-limpa, kejang, gangguan mata, atau pendengaran. Gangguan pendengaran dapat muncul kemudian walau skrining lahir lulus, sehingga bayi terdiagnosis memerlukan audiologi berkala.

Bayi dan pasien imunitas lemah perlu cepat dinilaiCari segera bila bayi sulit menyusu, kuning berat, kejang, sangat mengantuk, atau gagal skrining pendengaran. Pasien imunitas lemah dengan sesak, gangguan penglihatan, sulit menelan, kebingungan, atau demam menetap perlu penilaian darurat.

Tes

Untuk memastikan congenital CMV, urine atau saliva bayi harus diuji dalam 2–3 minggu setelah lahir; setelah itu sulit membedakan infeksi sebelum dan sesudah lahir. Tes ibu tidak rutin memprediksi dampak janin. Amniosentesis dan pencitraan membutuhkan waktu serta konseling maternal-fetal medicine.

Terapi

Bayi dengan gejala tertentu dapat mendapat valganciclovir yang mungkin memperbaiki hasil pendengaran atau perkembangan tetapi berisiko menekan sumsum tulang dan membutuhkan pemantauan. Pada transplantasi, HIV lanjut, atau imunosupresi, antiviral dan pengurangan imunitas dipilih spesialis berdasarkan organ dan resistensi.

Mencari bantuan di IndonesiaBila CMV bawaan dicurigai, minta tes urine atau saliva sebelum usia 21 hari dan rujukan anak, audiologi, mata, serta tumbuh kembang. Jangan menunda sampai hasil skrining pendengaran ulang berbulan kemudian.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — congenital CMV. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.