Cedera Olahraga

Cedera Hamstring

Cedera hamstring adalah tarikan atau robekan satu atau lebih otot dan tendon belakang paha, sering saat sprint, melompat, menendang, atau meregang mendadak. Cedera berkisar dari strain ringan hingga tendon terlepas dari tulang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cedera Hamstring

Mengapa cedera hamstring terjadi justru saat berlari, bukan saat otot memendek, dan mengapa mudah kambuh

Cedera hamstring paling sering terjadi bukan saat otot ini berkontraksi memendek, melainkan justru saat otot sedang memanjang sambil tetap berusaha menahan beban (kontraksi eksentrik)—kondisi yang terjadi tepat di fase akhir ayunan kaki saat berlari kencang, ketika pinggul bergerak menekuk sementara lutut justru meluruskan, dan hamstring harus bekerja keras memperlambat gerakan tungkai bawah sebelum kaki menapak tanah. Pada momen inilah otot bicep femoris (salah satu otot hamstring) mencapai peregangan hingga sekitar 110% dari panjang normalnya sambil tetap harus menghasilkan gaya besar—kombinasi peregangan dan beban tinggi inilah yang membuat robekan paling sering terjadi tepat di fase ini, bukan saat otot sedang berkontraksi biasa.

Setelah sembuh dari cedera pertama, risiko cedera berulang tetap sangat tinggi—berkisar 16 hingga 60% tergantung penelitian—karena jaringan parut yang terbentuk saat penyembuhan membuat otot menjadi kurang lentur dan kekuatan eksentrik sering belum pulih sepenuhnya meski rasa nyeri sudah hilang. Penelitian menunjukkan ketidakseimbangan lebih dari 20% antara kekuatan eksentrik hamstring dan kekuatan konsentrik otot paha depan meningkatkan risiko cedera hingga 4 kali lipat, menjelaskan mengapa program rehabilitasi yang hanya berfokus menghilangkan nyeri tanpa melatih kekuatan eksentrik secara khusus cenderung gagal mencegah kekambuhan, dan mengapa kembali berolahraga hanya berdasarkan jadwal waktu—bukan hasil tes kekuatan sebenarnya—meningkatkan risiko cedera berulang.

Gejala dan tingkat cedera

Nyeri tajam mendadak, sensasi pop, sulit berjalan, bengkak, memar, dan kelemahan dapat muncul. Memar luas dekat bokong, benjolan, celah otot, atau tidak mampu menapak mengarah pada robekan berat atau avulsi. Nyeri menjalar dari punggung dapat berasal dari saraf, bukan hamstring.

Robekan berat perlu dinilai cepatCari pertolongan segera bila tidak dapat menapak, memar atau bengkak cepat meluas, terasa celah, kaki mati rasa atau dingin, nyeri tak terkendali, atau cedera terjadi dengan benturan berat. Sesak atau nyeri dada setelah imobilisasi juga darurat.

Perawatan awal

Hentikan aktivitas, lindungi paha, kompres dingin berbalut kain, gunakan balut ringan, dan tinggikan bila nyaman. Gunakan kruk bila berjalan pincang. Jangan memijat kuat, memanaskan, atau meregang agresif pada hari-hari awal karena dapat menambah perdarahan.

Penilaian dan rehabilitasi

Pemeriksaan menilai lokasi, kekuatan, saraf, dan tendon; USG atau MRI dipakai bila robekan berat atau diagnosis tidak jelas, sedangkan rontgen melihat avulsi tulang. Rehabilitasi bertahap memulihkan gerak, kekuatan eksentrik, stabilitas panggul, dan kemampuan lari.

Kembali beraktivitas

Kembali olahraga saat gerak bebas nyeri, kekuatan dan kontrol mendekati sisi sehat, serta sprint dan perubahan arah dapat dilakukan bertahap. Kembali hanya berdasarkan waktu meningkatkan risiko kambuh. Operasi terutama dipertimbangkan pada avulsi tendon tertentu atau robekan berat.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada AAOS OrthoInfo, Sports Medicine — Hamstring Injury Mechanisms and Eccentric Training-Induced Adaptations. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.