Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Ruptur Perineum saat Persalinan

Persalinan dan Pemulihan Pascamelahirkan

Ruptur Perineum saat Persalinan

Robekan perineum dapat terjadi ketika bayi lahir melalui vagina. Derajat 1 mengenai kulit, derajat 2 otot perineum, derajat 3 sfingter anus, dan derajat 4 hingga lapisan anus/rektum. Cedera derajat 3–4 memerlukan perbaikan khusus dan tindak lanjut karena dapat memengaruhi kontrol gas atau tinja.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Ruptur Perineum saat Persalinan

Pemeriksaan setelah lahir menentukan derajat

Tenaga obstetri memeriksa vagina, perineum dan rektum dengan analgesia yang memadai agar cedera sfingter tidak terlewat. Robekan kecil mungkin sembuh tanpa jahitan; derajat 2 biasanya dijahit. Derajat 3–4 diperbaiki di ruang operasi oleh tenaga terlatih dengan anestesi, antibiotik dan rencana bowel care.

Nyeri harus berangsur membaik

Kompres dingin berbalut kain pada hari awal, paracetamol/ibuprofen bila aman, menjaga area bersih/kering dan mengganti pembalut sering membantu. Siram air saat berkemih bila perih dan keringkan dengan menepuk. Pelunak tinja, cairan dan serat mencegah mengejan, terutama setelah cedera sfingter; jangan menahan BAB karena takut jahitan lepas.

Perdarahan, demam atau luka terbuka perlu pertolongan cepatKe IGD untuk perdarahan deras, pingsan, sesak atau nyeri memburuk cepat. Hubungi layanan maternitas hari itu bila demam, bau tidak sedap, nanah, jahitan terbuka, sulit kencing/BAB, tidak mampu menahan tinja/gas, atau bengkak sangat nyeri.

Pemulihan mencakup fungsi dasar panggul

Latihan dasar panggul dimulai sesuai arahan dan fisioterapi membantu nyeri, kelemahan atau inkontinensia. Hubungan seksual dilanjutkan bila luka pulih dan nyaman; pelumas serta kecepatan bertahap dapat membantu, tetapi nyeri menetap bukan sesuatu yang harus ditahan. Follow-up khusus menilai kontrol gas/tinja, urgensi, nyeri, penyembuhan dan rencana persalinan berikutnya.

Dampak emosional juga nyata

Robekan berat dapat menimbulkan rasa takut, malu, trauma persalinan atau gangguan relasi. Keluhan kontrol usus umum setelah cedera sfingter tetapi tetap perlu dilaporkan karena ada terapi. Debrief persalinan, psikolog, fisioterapis pelvic floor dan tim kolorektal/uroginekologi dapat terlibat. Keputusan persalinan berikutnya dibuat bersama berdasarkan gejala dan pemeriksaan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada ACOG — perineal laceration definitions, ACOG — postpartum pain management, RCOG — third- and fourth-degree tears. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.