Mengapa ada takikardia yang normal dan yang berbahaya
Denyut jantung cepat karena olahraga, demam, atau kecemasan adalah respons normal: nodus sinus (pacu jantung alami) hanya mempercepat iramanya sesuai kebutuhan tubuh, dan akan melambat bertahap begitu pemicunya hilang. Sebaliknya, sebagian besar takikardia yang bermasalah secara medis (seperti SVT) muncul dari mekanisme yang sama sekali berbeda: sinyal listrik jantung tersangkut berputar-putar dalam sebuah sirkuit kecil di jaringan jantung (disebut reentry) alih-alih mengikuti jalur normal sekali jalan, sehingga jantung dipacu berulang-ulang oleh sinyal yang sama tanpa henti.
Perbedaan mekanisme ini menjelaskan mengapa gejalanya pun berbeda: episode reentry biasanya dimulai dan berhenti secara tiba-tiba dalam hitungan detik, sedangkan takikardia sinus normal melambat secara bertahap saat pemicunya mereda. Perbedaan inilah yang dipakai dokter untuk membedakan keduanya di ruang gawat darurat, dan mengapa manuver tertentu (seperti menahan napas sambil mengejan) dapat menghentikan sirkuit reentry secara tiba-tiba tetapi hanya melambatkan takikardia sinus secara perlahan.
Penyebab yang mungkin
Aktivitas, demam, nyeri, kecemasan, dehidrasi, anemia, tiroid, kafein, alkohol, rokok, obat flu tertentu, zat stimulan, serta penyakit jantung dapat mempercepat denyut.
Gejala
Keluhan dapat berupa berdebar, denyut terasa di leher, lelah, pusing, sesak, keringat, mual, nyeri dada, hampir pingsan, atau pingsan. Sebagian gangguan ditemukan tanpa gejala.
Pemeriksaan
EKG membantu mengenali irama. Karena episode dapat datang dan pergi, dokter mungkin memakai monitor portabel serta tes darah, ekokardiografi, atau pemeriksaan lain untuk mencari penyebab.
Pengobatan
Penanganan bergantung pada jenis irama dan kestabilan kondisi. Mengatasi dehidrasi atau demam berbeda dari terapi SVT atau takikardia ventrikel; jangan mencoba memperlambat denyut dengan obat sendiri.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Heart Association, StatPearls — Supraventricular Tachycardia. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



