Penyakit Jantung

Gagal Jantung

Gagal jantung bukan berarti jantung berhenti. Kondisi ini berarti jantung tidak mampu memompa darah sebaik yang dibutuhkan tubuh dan biasanya memerlukan perawatan jangka panjang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gagal Jantung

Mengapa tubuh justru memperparah keadaan

Ketika jantung mulai kesulitan memompa cukup darah, tubuh secara otomatis mengaktifkan dua sistem darurat: saraf simpatis yang mempercepat detak jantung, dan sistem hormon renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) yang menahan garam dan cairan agar tekanan darah tetap terjaga. Dalam jangka pendek, kedua respons ini membantu mempertahankan aliran darah ke organ vital, tetapi bila terus aktif selama berbulan-bulan, keduanya justru memaksa jantung bekerja lebih keras dan menahan cairan berlebih di tubuh — inilah yang menyebabkan bengkak kaki dan sesak napas, gejala khas gagal jantung, sekaligus mempercepat kerusakan otot jantung itu sendiri dalam sebuah lingkaran setan.

Gagal jantung juga terbagi dua jenis mekanisme berbeda: pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah, otot jantung melemah dan tidak mampu memompa cukup kuat; pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi terjaga, otot jantung justru menjadi kaku dan tidak bisa mengembang cukup untuk menampung darah sebelum memompanya. Kedua jenis ini memerlukan penekanan pada sistem RAAS dan saraf simpatis yang sama, itulah sebabnya obat-obatan gagal jantung modern dirancang khusus untuk memutus lingkaran setan hormonal ini, bukan sekadar membuang cairan berlebih.

Gejala yang umum

Sesak saat aktivitas atau berbaring, cepat lelah, bengkak pada kaki atau perut, batuk menetap, jantung berdebar, nafsu makan turun, dan kenaikan berat badan cepat karena cairan dapat terjadi.

Keadaan daruratHubungi layanan darurat untuk sesak berat saat diam, nyeri atau tekanan dada, pingsan, kebingungan baru, bibir kebiruan, atau batuk berbusa merah muda.

Pemeriksaan

Dokter menilai gejala dan penyebab dengan pemeriksaan fisik, elektrokardiogram, ekokardiografi, foto dada, serta tes darah termasuk fungsi ginjal dan penanda tertentu bila diperlukan.

Pengobatan

Perawatan dapat mencakup beberapa jenis obat, perubahan asupan garam dan cairan sesuai arahan, aktivitas atau rehabilitasi jantung, alat implan, serta prosedur untuk penyakit katup atau pembuluh darah.

Pemantauan di rumah

Minum obat sesuai resep, pantau gejala dan berat badan secara teratur, serta laporkan kenaikan cepat, bengkak, atau sesak yang memburuk. Jangan mengubah diuretik atau suplemen kalium sendiri.

Mencari bantuan di IndonesiaPerawatan dapat dimulai di FKTP dan dirujuk ke penyakit dalam atau jantung. Gejala darurat tidak perlu menunggu rujukan rutin.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Heart Association, AHA: Pilihan terapi, Nature Reviews Cardiology — neurohormonal activation in HFrEF. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.