Beranda/Jantung dan Pembuluh Darah/Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak menyempitkan pembuluh yang membawa darah ke otot jantung. Kondisi ini dapat menimbulkan angina atau serangan jantung.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Penyakit Jantung Koroner

Mengapa nyeri dada bisa stabil atau tiba-tiba darurat

Angina stabil terjadi ketika plak di arteri koroner menyempit secara bertahap dan tetap, sehingga otot jantung hanya kekurangan oksigen saat kebutuhannya meningkat (misalnya saat aktivitas), dan nyeri mereda begitu beristirahat karena kebutuhan oksigen kembali turun. Namun sewaktu-waktu, permukaan plak yang tampak stabil ini dapat retak atau pecah tiba-tiba, memicu tubuh membentuk gumpalan darah (trombus) di atasnya — inilah yang mengubah penyakit dari sekadar penyempitan tetap menjadi kondisi darurat yang disebut angina tidak stabil atau bahkan serangan jantung.

Perbedaan mendasarnya terletak pada jenis gumpalan yang terbentuk: pada angina tidak stabil, gumpalan biasanya belum menyumbat total pembuluh darah, sedangkan pada serangan jantung penuh, gumpalan yang kaya fibrin menyumbat total aliran darah. Karena plak yang pecah bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan meski penyempitannya belum terlalu parah, nyeri dada baru yang muncul saat istirahat atau memburuk drastis tidak boleh dianggap sekadar angina stabil biasa — perubahan pola nyeri itu sendiri adalah sinyal bahwa plak mungkin sedang tidak stabil.

Gejala

Tekanan, berat, atau nyeri dada saat aktivitas dapat mereda dengan istirahat. Sebagian orang mengalami sesak, mudah lelah, mual, atau nyeri di lengan, bahu, rahang, punggung, atau perut.

Anggap nyeri baru sebagai daruratNyeri atau tekanan dada baru, memburuk, terjadi saat istirahat, atau disertai sesak, keringat dingin, mual, atau pingsan dapat menandakan serangan jantung.

Diagnosis

Dokter menilai faktor risiko dan dapat menggunakan EKG, tes darah, ekokardiografi, tes latihan, CT koroner, atau angiografi untuk menentukan lokasi serta tingkat penyempitan.

Pengobatan

Perawatan dapat mencakup statin, obat tekanan darah, obat antiangina, dan obat antiplatelet untuk orang tertentu. Penyempitan berat mungkin memerlukan angioplasti dan stent atau operasi bypass.

Mengurangi risiko

Berhenti merokok, aktif sesuai arahan, mengelola tekanan darah, diabetes dan kolesterol, serta mengikuti rehabilitasi jantung setelah kejadian atau tindakan membantu mencegah komplikasi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI, StatPearls — Unstable Angina. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.