Obat dan Kegawatdaruratan

Sindrom Serotonin

Sindrom serotonin adalah reaksi obat akibat aktivitas serotonin berlebihan, biasanya setelah memulai, menaikkan dosis, overdosis atau menggabungkan zat serotonergik. Gejalanya dapat muncul dalam beberapa jam dan berkisar dari tremor hingga demam tinggi serta kegagalan organ.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Sindrom Serotonin

Pola gejalanya melibatkan otak, tubuh dan otot

Gelisah, bingung, berkeringat, diare, nadi cepat dan tekanan darah berubah dapat disertai tremor, refleks sangat aktif, otot berkedut atau clonus—gerakan ritmis terutama di pergelangan kaki. Demam tinggi, kaku, kejang dan penurunan kesadaran menandakan kondisi berat. Tidak semua gejala harus muncul.

Interaksi obat sering menjadi pemicu

Pemicu meliputi SSRI/SNRI/MAOI, tramadol, linezolid, lithium, dextromethorphan, triptan, MDMA dan St John's wort, terutama bila dikombinasikan. Satu obat pada dosis terapi juga jarang dapat memicu. Berikan daftar resep, obat bebas, suplemen dan zat rekreasional secara jujur; jangan mengandalkan pemeriksa interaksi saja.

Demam, clonus atau kebingungan setelah perubahan obat adalah daruratKe IGD segera bila gejala memburuk cepat, suhu tinggi, otot berkedut/kaku, kejang, pingsan atau kebingungan muncul setelah obat baru, kenaikan dosis atau kombinasi zat. Jangan menyetir sendiri dan bawa seluruh kemasan obat; hubungi pusat racun bila tersedia.

Diagnosis bersifat klinis dan perlu pembanding

Tidak ada satu tes darah yang memastikan. Dokter menilai waktu paparan, suhu, refleks dan clonus, serta memeriksa komplikasi. Neuroleptic malignant syndrome, anticholinergic toxicity, sepsis, heatstroke dan putus zat dapat serupa tetapi tata laksananya berbeda. Onset yang cepat setelah perubahan obat adalah petunjuk penting.

Perawatan menghentikan paparan dan mendukung tubuh

Obat pemicu dihentikan di bawah arahan medis, lalu diberikan cairan, oksigen, benzodiazepine dan pendinginan sesuai kebutuhan; cyproheptadine dapat dipakai pada kasus tertentu. Demam berasal dari aktivitas otot sehingga obat penurun panas saja tidak cukup. Setelah pulih, jangan memulai ulang obat tanpa rencana dokter.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — Serotonin syndrome, FDA — Serotonin syndrome safety communication. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.