Pola gejalanya melibatkan otak, tubuh dan otot
Gelisah, bingung, berkeringat, diare, nadi cepat dan tekanan darah berubah dapat disertai tremor, refleks sangat aktif, otot berkedut atau clonus—gerakan ritmis terutama di pergelangan kaki. Demam tinggi, kaku, kejang dan penurunan kesadaran menandakan kondisi berat. Tidak semua gejala harus muncul.
Interaksi obat sering menjadi pemicu
Pemicu meliputi SSRI/SNRI/MAOI, tramadol, linezolid, lithium, dextromethorphan, triptan, MDMA dan St John's wort, terutama bila dikombinasikan. Satu obat pada dosis terapi juga jarang dapat memicu. Berikan daftar resep, obat bebas, suplemen dan zat rekreasional secara jujur; jangan mengandalkan pemeriksa interaksi saja.
Diagnosis bersifat klinis dan perlu pembanding
Tidak ada satu tes darah yang memastikan. Dokter menilai waktu paparan, suhu, refleks dan clonus, serta memeriksa komplikasi. Neuroleptic malignant syndrome, anticholinergic toxicity, sepsis, heatstroke dan putus zat dapat serupa tetapi tata laksananya berbeda. Onset yang cepat setelah perubahan obat adalah petunjuk penting.
Perawatan menghentikan paparan dan mendukung tubuh
Obat pemicu dihentikan di bawah arahan medis, lalu diberikan cairan, oksigen, benzodiazepine dan pendinginan sesuai kebutuhan; cyproheptadine dapat dipakai pada kasus tertentu. Demam berasal dari aktivitas otot sehingga obat penurun panas saja tidak cukup. Setelah pulih, jangan memulai ulang obat tanpa rencana dokter.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus — Serotonin syndrome, FDA — Serotonin syndrome safety communication. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



