Beranda/Kesehatan Mata/Konjungtivitis (Mata Merah)

Kesehatan Mata

Konjungtivitis (Mata Merah)

Konjungtivitis membuat bagian putih mata dan permukaan dalam kelopak merah, berair, gatal, atau mengeluarkan cairan. Virus adalah penyebab infeksi tersering, bakteri juga mungkin, sedangkan alergi sering mengenai kedua mata dan sangat gatal. Mata merah bukan satu diagnosis; kondisi kornea dan glaukoma dapat terlihat serupa tetapi lebih berbahaya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Konjungtivitis (Mata Merah)

Mengapa konjungtivitis virus begitu mudah menyebar

Sekitar 90% konjungtivitis virus disebabkan oleh adenovirus, yang memiliki kemampuan unik bertahan hidup dalam keadaan kering di permukaan benda selama berminggu-minggu — jauh lebih tahan dibanding kebanyakan virus lain yang cepat mati di luar tubuh. Kombinasi daya tahan tinggi di lingkungan dan tingkat penularan yang diperkirakan mencapai 10-50% dari setiap kontak menjelaskan mengapa konjungtivitis virus begitu mudah menyebar lewat handuk, gagang pintu, atau sentuhan tangan ke mata, dan mengapa wabahnya sering meluas cepat di sekolah atau kantor.

Konjungtivitis alergi bekerja lewat mekanisme yang sama sekali berbeda dan tidak melibatkan kuman sama sekali: sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya (serbuk sari, debu, bulu hewan) dan melepaskan histamin yang membuat pembuluh darah konjungtiva melebar dan gatal — inilah mengapa konjungtivitis alergi tidak pernah menular dari orang ke orang meski gejalanya bisa menyerupai infeksi virus atau bakteri. Perbedaan mekanisme inilah yang menjadi dasar mengapa antibiotik tidak berguna untuk sebagian besar kasus mata merah (virus dan alergi), dan hanya bermanfaat pada kasus bakteri yang sebenarnya.

Petunjuk penyebab

Virus sering menyertai pilek dan bermula satu mata lalu menyebar; bakteri cenderung menghasilkan cairan bernanah dan kelopak lengket; alergi biasanya kedua mata dengan gatal serta bersin. Cairan, warna, dan urutan tidak selalu akurat, sehingga pemeriksaan dibutuhkan bila berat atau berisiko.

Nyeri, silau, atau penglihatan turun bukan konjungtivitis ringanCari pertolongan mata segera bila ada nyeri sedang-berat, sensitif cahaya, pandangan kabur yang tidak hilang setelah mengedip, merah sangat pekat, kornea bercak putih, cedera atau bahan kimia, sakit kepala dan mual, atau gejala pada pemakai lensa kontak dan bayi baru lahir.

Perawatan

Kompres dingin, air mata buatan, dan membersihkan kerak dengan kain bersih membantu. Antibiotik tidak bekerja pada virus dan bakteri ringan sering pulih sendiri; dokter mempertimbangkan tetes atau salep berdasarkan usia, keparahan, imun, dan risiko. Jangan memakai steroid atau tetes orang lain.

Cegah penularan

Cuci tangan, hindari menyentuh mata, jangan berbagi handuk, bantal, makeup, atau tetes. Buang makeup mata terkontaminasi. Hentikan lensa kontak, simpan atau buang sesuai arahan, dan jangan gunakan lagi sampai gejala selesai serta tenaga kesehatan menyatakan aman.

Kelompok khusus

Pemakai lensa kontak berisiko keratitis bakteri dan perlu evaluasi hari yang sama bila mata merah. Bayi baru lahir dengan cairan mata perlu dinilai segera karena gonore, klamidia, atau infeksi lain dapat merusak mata. Paparan kimia harus dibilas terus dan ditangani darurat.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Eye Institute, NEI — treatment, StatPearls — Viral Conjunctivitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.