Rahim, Menstruasi, dan Kesuburan

Sindrom Asherman

Sindrom Asherman adalah gejala—gangguan haid, nyeri atau kesuburan—akibat jaringan parut yang merekatkan dinding rongga rahim. Adhesi paling sering terbentuk setelah tindakan pada rahim yang sedang atau baru hamil, tetapi infeksi dan operasi lain juga dapat berperan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Sindrom Asherman

Haid berubah setelah prosedur adalah petunjuk

Haid menjadi sangat sedikit/hilang, nyeri kram bulanan tanpa aliran, sulit hamil atau keguguran berulang dapat terjadi setelah dilation and curettage, retained placenta, operasi fibroid atau infeksi tertentu. Sebagian adhesi tidak bergejala. Amenorrhea juga dapat berasal dari kehamilan, hormon, menopause, thyroid atau penyebab lain.

Hysteroscopy paling akurat

Ultrasound biasa dapat tampak normal. Saline infusion sonography atau HSG memetakan rongga, sedangkan hysteroscopy melihat adhesi langsung dan memungkinkan terapi. Penilaian mencakup riwayat obstetri/operasi dan penyebab amenorrhea/infertilitas lain. Klasifikasi berat membantu counseling tetapi tidak menjamin hasil kehamilan.

Nyeri hebat atau perdarahan setelah prosedur perlu dinilai segeraKe IGD untuk perdarahan banyak, pingsan, demam atau nyeri panggul berat setelah tindakan rahim. Lakukan tes kehamilan pada haid terlambat; nyeri satu sisi atau pingsan dengan tes positif dapat menandakan kehamilan ektopik.

Adhesiolysis memerlukan teknik terarah

Hysteroscopic adhesiolysis oleh operator berpengalaman memotong jaringan parut sambil melindungi endometrium. Estrogen, balloon/IUD khusus atau barrier dan second-look hysteroscopy digunakan pada kasus terpilih untuk mengurangi recurrence, tetapi protokol berbeda. Kuretase buta bukan terapi yang tepat dan dapat menambah kerusakan.

Kehamilan berikutnya perlu pengawasan

Haid dan kesuburan dapat membaik, terutama pada adhesi ringan, tetapi adhesi dapat kembali. Setelah terapi terdapat peningkatan risiko miscarriage, preterm birth, placenta previa/accreta dan retained placenta sehingga kehamilan membutuhkan obstetric follow-up. Tidak semua infertilitas disebabkan adhesi; evaluasi pasangan tetap menyeluruh.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada ASRM — fertility evaluation, AAGL/ESGE — intrauterine adhesions guideline. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.