Haid berubah setelah prosedur adalah petunjuk
Haid menjadi sangat sedikit/hilang, nyeri kram bulanan tanpa aliran, sulit hamil atau keguguran berulang dapat terjadi setelah dilation and curettage, retained placenta, operasi fibroid atau infeksi tertentu. Sebagian adhesi tidak bergejala. Amenorrhea juga dapat berasal dari kehamilan, hormon, menopause, thyroid atau penyebab lain.
Hysteroscopy paling akurat
Ultrasound biasa dapat tampak normal. Saline infusion sonography atau HSG memetakan rongga, sedangkan hysteroscopy melihat adhesi langsung dan memungkinkan terapi. Penilaian mencakup riwayat obstetri/operasi dan penyebab amenorrhea/infertilitas lain. Klasifikasi berat membantu counseling tetapi tidak menjamin hasil kehamilan.
Adhesiolysis memerlukan teknik terarah
Hysteroscopic adhesiolysis oleh operator berpengalaman memotong jaringan parut sambil melindungi endometrium. Estrogen, balloon/IUD khusus atau barrier dan second-look hysteroscopy digunakan pada kasus terpilih untuk mengurangi recurrence, tetapi protokol berbeda. Kuretase buta bukan terapi yang tepat dan dapat menambah kerusakan.
Kehamilan berikutnya perlu pengawasan
Haid dan kesuburan dapat membaik, terutama pada adhesi ringan, tetapi adhesi dapat kembali. Setelah terapi terdapat peningkatan risiko miscarriage, preterm birth, placenta previa/accreta dan retained placenta sehingga kehamilan membutuhkan obstetric follow-up. Tidak semua infertilitas disebabkan adhesi; evaluasi pasangan tetap menyeluruh.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada ASRM — fertility evaluation, AAGL/ESGE — intrauterine adhesions guideline. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



