Diagnosis memakai pola, bukan satu tes
Setelah penyebab lain disingkirkan, diagnosis dewasa umumnya membutuhkan dua dari tiga: ovulasi/haid tidak teratur; tanda klinis atau laboratorium androgen tinggi; dan ovarium polikistik pada ultrasound. Kehamilan, thyroid disorder, prolactin tinggi, nonclassic congenital adrenal hyperplasia dan androgen-secreting tumor perlu dipertimbangkan. Pada remaja, siklus memang dapat belum stabil dan ultrasound tidak dipakai sembarangan.
Dampak melampaui kesuburan
Gejala termasuk haid jarang atau panjang/berat, sulit hamil, rambut wajah/tubuh berlebih, jerawat dan rambut kepala menipis. Risiko insulin resistance, type 2 diabetes, dyslipidemia, hypertension, sleep apnea, fatty liver, anxiety/depression dan eating disorder meningkat. Jeda haid panjang dapat membuat endometrium terus terpapar sehingga hyperplasia/kanker lebih mungkin; bukan berarti semua pasien akan mengalaminya.
Terapi mengikuti tujuan
Pola makan bergizi, gerak, tidur dan dukungan berat badan tanpa stigma bermanfaat meski berat tidak turun. Combined hormonal contraception mengatur perdarahan dan membantu androgen bila aman; cyclic progestin melindungi endometrium bila kontrasepsi estrogen tidak dipilih. Metformin terutama membantu aspek metabolik dan siklus tertentu. Antiandrogen membutuhkan kontrasepsi andal karena risiko pada janin.
Kehamilan tetap mungkin
PCOS adalah penyebab umum anovulasi, bukan sinonim mandul. Letrozole sering menjadi obat awal untuk induksi ovulasi sesuai pedoman dan ketersediaan, disertai evaluasi faktor pasangan/tuba. Kehamilan memerlukan perhatian pada diabetes gestasional dan tekanan darah. Skrining gula, lipid, tekanan darah dan kesehatan mental dilakukan berkala sesuai risiko.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — polycystic ovary syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



