Kehamilan dan Kegawatdaruratan

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika hasil pembuahan tumbuh di luar rongga rahim, lebih dari 90% di tuba falopi. Kehamilan ini tidak dapat berkembang menjadi bayi dan tidak dapat dipindahkan ke rahim. Bila tuba pecah, perdarahan internal dapat mengancam nyawa sehingga nyeri atau perdarahan pada awal kehamilan harus dinilai cepat.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kehamilan Ektopik

Mengapa terjadi di tuba dan mengapa berbahaya

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi gagal bergerak turun ke rahim dan justru menempel serta mulai tumbuh di tempat lain, paling sering di dalam tuba falopi. Sekitar 95% kehamilan ektopik terjadi di tuba, dan dari jumlah itu sekitar 80% menempel di bagian tengah tuba (ampula) yang paling lebar. Tuba falopi tidak memiliki lapisan otot dan jaringan elastis seperti rahim, sehingga begitu jaringan kehamilan tumbuh membesar, dinding tuba yang tipis dapat robek dan menyebabkan perdarahan hebat ke dalam rongga perut.

Kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1-2% dari seluruh kehamilan, sebagian besar dipicu oleh kerusakan struktural pada tuba akibat infeksi panggul sebelumnya, operasi tuba, atau endometriosis yang membuat sel telur yang dibuahi tertahan di jalan sebelum mencapai rahim. Karena kehamilan ini tidak pernah bisa berkembang normal di luar rahim dan berisiko pecah tanpa peringatan jelas, kondisi ini termasuk kegawatdaruratan kebidanan yang harus dipastikan lokasinya sedini mungkin.

Gejala dan risiko

Terlambat haid, tes hamil positif, perdarahan atau spotting, nyeri perut bawah satu sisi, nyeri saat BAB atau kencing, dan nyeri bahu dapat muncul. Faktor risiko meliputi ektopik sebelumnya, kerusakan atau operasi tuba, infeksi panggul, endometriosis, merokok, infertilitas, dan IVF, tetapi sekitar separuh pasien tidak memiliki faktor yang diketahui.

Nyeri hebat, nyeri bahu, lemas, atau pingsan adalah daruratPergi ke IGD segera bila hamil atau mungkin hamil dan mengalami nyeri perut atau panggul mendadak atau berat, nyeri ujung bahu, pusing, sangat lemah, pucat, pingsan, napas cepat, atau perdarahan banyak. Jangan menunggu jadwal USG atau hasil hCG berikutnya.

Diagnosis dapat memerlukan waktu

Dokter menilai kondisi umum, perut dan panggul, melakukan USG transvaginal, serta mengukur hCG yang kadang diulang sekitar 48 jam. Bila tes positif tetapi lokasi belum tampak, istilahnya pregnancy of unknown location; ini bukan diagnosis akhir dan follow-up wajib sampai lokasi atau resolusi jelas karena ektopik belum tersingkir.

Methotrexate atau operasi

Pasien stabil dengan ektopik belum pecah dan kriteria sesuai dapat menerima methotrexate; hCG harus dipantau sampai tidak terdeteksi karena ruptur masih mungkin selama terapi. Operasi diperlukan bila pecah, tidak stabil, kontraindikasi atau kegagalan obat, atau sesuai ukuran dan temuan. Observasi tanpa terapi hanya untuk kasus sangat terpilih dengan pemantauan ketat.

Setelah terapi dan kehamilan berikutnya

Kelelahan, nyeri, perdarahan, dan duka dapat berlangsung; dukungan psikologis sah meski kehamilan tidak direncanakan. Ikuti larangan obat, alkohol, folat, hubungan, atau aktivitas setelah methotrexate sesuai tim. Ektopik meningkatkan risiko berulang, jadi hubungi layanan sejak tes hamil berikutnya untuk memastikan lokasi dengan dini.

Mencari bantuan di IndonesiaDalam kegawatdaruratan, datangi IGD tanpa menunggu rujukan berjenjang. Setelah stabil, tindak lanjut obstetri sampai hCG selesai sangat penting walaupun perdarahan dan nyeri telah berhenti.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada American College of Obstetricians and Gynecologists, StatPearls — Ectopic Pregnancy. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.