Lokia dan PPH tidak dinilai dari warna saja
Lokia awal berwarna merah lalu menjadi kecokelatan dan lebih pucat selama beberapa minggu; dapat sedikit meningkat setelah aktivitas atau menyusui. PPH primer terjadi dalam 24 jam, sedangkan secondary PPH muncul setelahnya hingga sekitar 12 minggu. Jumlah visual sering diremehkan, sehingga tim mengukur darah dan menilai nadi, tekanan, napas, kesadaran serta shock—bukan menunggu satu ambang volume.
Empat kelompok penyebab
Tone adalah rahim tidak berkontraksi dan merupakan penyebab tersering. Trauma mencakup robekan jalan lahir, hematoma, rupture atau inversion uterus. Tissue berarti plasenta atau jaringan tertinggal; thrombin mencakup gangguan pembekuan. Secondary PPH sering terkait infeksi rahim atau jaringan tertinggal. Plasenta previa/accreta, uterus teregang, persalinan lama dan anemia meningkatkan risiko, tetapi PPH dapat terjadi tanpa semuanya.
Tindakan berlangsung bersamaan
Tim memanggil bantuan, memijat uterus, memberi uterotonic, tranexamic acid sedini mungkin dalam tiga jam pertama, cairan IV, oksigen bila perlu dan memeriksa jalan lahir/plasenta sambil mengambil darah. Bila berlanjut, balloon tamponade, transfusi komponen darah, repair robekan, pengeluaran jaringan, embolisasi, compression sutures, ligasi pembuluh atau hysterectomy dapat menyelamatkan nyawa.
Setelah perdarahan berhenti
Hemoglobin, gejala anemia, infeksi, produksi ASI dan kesehatan mental perlu dipantau. Besi oral atau intravena dan transfusi dipilih menurut kadar, gejala serta stabilitas. Pengalaman PPH dapat traumatis; debrief dan dukungan psikologis layak ditawarkan. Sebelum kehamilan berikutnya, dokumentasikan penyebab dan perawatan, koreksi anemia dan buat rencana persalinan di fasilitas yang sesuai.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — consolidated postpartum haemorrhage guidelines, WHO — 2025 postpartum haemorrhage recommendations. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



