Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Perdarahan Pascamelahirkan

Kehamilan, Persalinan, dan Nifas

Perdarahan Pascamelahirkan

Darah nifas atau lokia normal berangsur berkurang dan berubah warna. Perdarahan yang membasahi pembalut sangat cepat, mengalir, disertai bekuan besar, pusing, jantung cepat atau rasa akan pingsan bukan sesuatu yang perlu dipantau sendiri. PPH dapat memburuk dalam menit dan sering terjadi tanpa faktor risiko yang jelas.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Perdarahan Pascamelahirkan

Lokia dan PPH tidak dinilai dari warna saja

Lokia awal berwarna merah lalu menjadi kecokelatan dan lebih pucat selama beberapa minggu; dapat sedikit meningkat setelah aktivitas atau menyusui. PPH primer terjadi dalam 24 jam, sedangkan secondary PPH muncul setelahnya hingga sekitar 12 minggu. Jumlah visual sering diremehkan, sehingga tim mengukur darah dan menilai nadi, tekanan, napas, kesadaran serta shock—bukan menunggu satu ambang volume.

Empat kelompok penyebab

Tone adalah rahim tidak berkontraksi dan merupakan penyebab tersering. Trauma mencakup robekan jalan lahir, hematoma, rupture atau inversion uterus. Tissue berarti plasenta atau jaringan tertinggal; thrombin mencakup gangguan pembekuan. Secondary PPH sering terkait infeksi rahim atau jaringan tertinggal. Plasenta previa/accreta, uterus teregang, persalinan lama dan anemia meningkatkan risiko, tetapi PPH dapat terjadi tanpa semuanya.

Darah mengalir deras setelah melahirkan adalah daruratHubungi ambulans/IGD sekarang bila pembalut penuh dalam sekitar satu jam atau lebih cepat, darah mengalir, bekuan sangat besar, pusing, pingsan, kulit pucat-dingin, jantung cepat, sesak, kebingungan atau nyeri perut dengan demam. Berbaring, jangan menyetir sendiri, dan jangan menunggu menghitung volume tepat.

Tindakan berlangsung bersamaan

Tim memanggil bantuan, memijat uterus, memberi uterotonic, tranexamic acid sedini mungkin dalam tiga jam pertama, cairan IV, oksigen bila perlu dan memeriksa jalan lahir/plasenta sambil mengambil darah. Bila berlanjut, balloon tamponade, transfusi komponen darah, repair robekan, pengeluaran jaringan, embolisasi, compression sutures, ligasi pembuluh atau hysterectomy dapat menyelamatkan nyawa.

Setelah perdarahan berhenti

Hemoglobin, gejala anemia, infeksi, produksi ASI dan kesehatan mental perlu dipantau. Besi oral atau intravena dan transfusi dipilih menurut kadar, gejala serta stabilitas. Pengalaman PPH dapat traumatis; debrief dan dukungan psikologis layak ditawarkan. Sebelum kehamilan berikutnya, dokumentasikan penyebab dan perawatan, koreksi anemia dan buat rencana persalinan di fasilitas yang sesuai.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — consolidated postpartum haemorrhage guidelines, WHO — 2025 postpartum haemorrhage recommendations. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.