Mengapa bakteri tenggorokan bisa merusak katup jantung
Demam rematik terjadi lewat mekanisme yang disebut 'molecular mimicry' (peniruan molekuler): protein tertentu pada permukaan bakteri Streptococcus grup A (disebut protein M dan karbohidrat grup A) secara struktural sangat mirip dengan protein pada jaringan tubuh manusia sendiri, termasuk miosin jantung dan lapisan endotel katup jantung.
Ketika sistem imun membentuk antibodi untuk melawan bakteri ini, antibodi tersebut secara tidak sengaja juga menyerang jaringan tubuh sendiri yang menyerupai bakteri itu—termasuk katup jantung. Serangan yang salah sasaran ini memicu peradangan pada katup, menarik sel imun lain masuk ke jaringan katup yang normalnya bebas dari pembuluh darah, dan seiring waktu meninggalkan jaringan parut permanen. Inilah mengapa mengobati infeksi strep dengan tepat dan tuntas—bukan asal minum antibiotik sisa—adalah pencegahan nyata terhadap kerusakan jantung permanen di kemudian hari, karena begitu antibodi salah sasaran ini terbentuk, kerusakannya sulit dibalik.
Kapan mencurigai strep?
Strep paling sering pada anak usia sekolah. Demam, nyeri menelan, amandel bengkak atau bernanah, dan kelenjar leher nyeri tanpa batuk dapat mendorong tes cepat atau kultur.
Mengapa tes penting
Gejala virus dan bakteri dapat tumpang tindih. Tes positif mendukung antibiotik; tes negatif pada anak kadang perlu kultur konfirmasi. Antibiotik tidak diberikan hanya untuk mencegah komplikasi tanpa diagnosis yang sesuai.
Tanda demam rematik
Satu hingga beberapa minggu setelah infeksi, demam, nyeri sendi yang berpindah, gerakan tak terkendali, ruam tertentu, benjolan kulit, berdebar, nyeri dada, atau sesak perlu dinilai.
Bila pernah demam rematik
Pencegahan kekambuhan dapat memerlukan antibiotik berkala jangka panjang. Jadwal tidak boleh dihentikan tanpa arahan karena episode berulang dapat menambah kerusakan katup.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, CDC, A mini review of the pathogenesis of acute rheumatic fever and rheumatic heart disease (Frontiers). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



