Fertilitas Pria dan Wanita

Infertilitas

Infertilitas adalah kondisi sistem reproduksi pria atau wanita ketika kehamilan belum tercapai setelah 12 bulan hubungan teratur tanpa kontrasepsi. Istilah “mandul” dapat menyakitkan dan memberi kesan mutlak, padahal penyebab dapat berasal dari salah satu atau kedua pasangan, kadang tidak ditemukan, dan berbagai pilihan bantuan tersedia. Evaluasi ideal dilakukan bersama sejak awal.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Infertilitas

Seberapa umum dan dari pihak mana

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 1 dari 6 orang dewasa di dunia pernah mengalami infertilitas sepanjang hidupnya, menjadikannya salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum meski jarang dibicarakan terbuka. Penyebabnya terbagi cukup merata: sekitar sepertiga kasus berasal dari faktor pria, sepertiga dari faktor wanita, dan sepertiga sisanya merupakan kombinasi keduanya atau tidak dapat dijelaskan meski sudah dievaluasi lengkap.

Pada pria, penyebab paling sering adalah kualitas sperma yang menurun (jumlah, gerak, atau bentuk sel sperma yang tidak optimal), yang ditemukan pada sekitar separuh pasangan dengan faktor pria. Pada wanita, gangguan ovulasi akibat kondisi seperti PCOS, kerusakan atau sumbatan tuba akibat infeksi panggul sebelumnya, dan endometriosis adalah penyebab tersering. Karena penyebab bisa berasal dari salah satu atau kedua pihak, evaluasi yang hanya berfokus pada satu pasangan sering melewatkan penyebab sebenarnya.

Kapan mulai evaluasi

Umumnya setelah 12 bulan bila pasangan yang menghasilkan sel telur berusia di bawah 35, sekitar enam bulan pada usia 35 atau lebih, dan segera bila usia lebih tinggi, haid tidak teratur atau tidak ada, endometriosis, infeksi atau operasi panggul, kelainan testis atau ejakulasi, kemoterapi, keguguran berulang, atau disfungsi seksual. Usia memengaruhi peluang terutama melalui kualitas telur.

Nyeri testis atau perut akut memerlukan pertolonganKe IGD bila nyeri testis mendadak, nyeri perut hebat, pingsan atau perdarahan pada kemungkinan hamil, atau setelah terapi fertilitas muncul perut sangat membesar, muntah, sesak, kencing berkurang, dan berat naik cepat. Gejala terakhir dapat menandakan ovarian hyperstimulation syndrome.

Kedua pihak diperiksa

Riwayat hubungan dan frekuensi, obat, penyakit, kehamilan, operasi, infeksi, dan paparan dinilai. Analisis semen perlu dilakukan dan kadang diulang; pemeriksaan wanita menilai ovulasi, USG rahim dan ovarium, serta patensi tuba sesuai indikasi. Tes cadangan ovarium memperkirakan respons terapi, bukan menjamin atau meniadakan kehamilan alami.

Penyebab dan pencegahan

PCOS, gangguan tuba, endometriosis, fibroid tertentu, gangguan hormon, kualitas atau saluran sperma, varikokel terpilih, genetik, serta faktor gabungan dapat berperan. Hindari rokok, steroid anabolik, narkoba, panas testis berlebihan, berat ekstrem, alkohol berat, dan IMS yang tidak ditangani. Tidak ada posisi seksual, makanan, pijat, atau jamu yang membuka tuba atau memperbaiki semua sperma.

Pilihan bertahap

Waktu hubungan pada masa subur, terapi penyakit, induksi ovulasi, operasi terpilih, intrauterine insemination, IVF, ICSI, donor gamet atau embrio, preservasi fertilitas, adopsi, atau hidup tanpa anak dipertimbangkan menurut penyebab, usia, durasi, biaya, nilai, dan hukum. Dukungan psikologis penting; keberhasilan tidak pernah dapat dijamin.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization, NICHD — How common is infertility. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.