Tekanan tinggi merusak pembuluh kecil retina
Penyempitan arteri, perubahan persilangan arteri-vena, perdarahan berbentuk nyala, cotton-wool spots, eksudat dan pembengkakan saraf optik dapat terlihat. Derajatnya membantu menilai lama dan berat hipertensi, tetapi pemeriksaan mata tidak menggantikan evaluasi jantung, otak dan ginjal.
Sering tidak ada gejala
Banyak orang tetap melihat normal. Penglihatan kabur atau turun, sakit kepala berat, mual, nyeri dada, sesak atau gejala saraf bersama tekanan sangat tinggi mengarah pada hypertensive emergency. Diabetes, penyakit ginjal, merokok dan hipertensi lama meningkatkan risiko kerusakan pembuluh.
Diagnosis memakai pemeriksaan mata dan tubuh
Dokter mengukur tekanan darah dengan teknik benar, melebarkan pupil untuk melihat retina dan dapat memakai foto fundus atau OCT. Pemeriksaan urine, darah, jantung atau otak dipilih bila dicurigai kerusakan organ. Perdarahan retina juga dapat berasal dari diabetes, anemia atau sumbatan vena sehingga diagnosis tidak dibuat dari foto saja.
Terapi utama adalah mengendalikan tekanan darah
Obat dan perubahan kebiasaan dipilih dokter menurut risiko serta penyakit penyerta. Dalam krisis, tekanan diturunkan secara terkontrol di rumah sakit; menambah dosis atau menurunkannya drastis sendiri dapat mengurangi aliran darah ke organ. Pemeriksaan mata berkala memantau perbaikan dan komplikasi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Academy of Ophthalmology — hypertensive retinopathy, American Heart Association — hypertensive crisis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



