Tampak mencolok tetapi sering tidak berbahaya
Bercak dapat muncul spontan atau setelah batuk, bersin, muntah, mengejan, mengangkat berat atau menggosok mata. Tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan pembekuan dan obat antiplatelet/antikoagulan meningkatkan kemungkinan. Warnanya dapat berubah seperti memar saat pulih. Kondisi ini tidak menular dan darah tidak berada di dalam bola mata.
Gejala membantu membedakan keadaan lain
Perdarahan sederhana biasanya tidak nyeri, tidak mengeluarkan sekret dan ketajaman penglihatan tetap. Rasa mengganjal ringan mungkin ada. Mata merah dengan nyeri, silau, pupil tidak normal, sakit kepala hebat, mual, penglihatan kabur atau lensa kontak dapat menandakan glaucoma, uveitis, keratitis atau masalah lain yang memerlukan pemeriksaan cepat.
Sebagian besar tidak memerlukan obat
Tidak perlu antibiotik, steroid atau tetes pemutih mata. Air mata buatan dapat mengurangi rasa mengganjal. Jangan menghentikan aspirin, warfarin atau pengencer darah lain tanpa dokter. Bila berulang, mengenai kedua mata atau disertai mudah memar/mimisan, dokter dapat memeriksa tekanan darah, obat dan pembekuan sesuai konteks.
Trauma mengubah tingkat kewaspadaan
Setelah benturan, benda asing atau prosedur mata, pemeriksaan memastikan tidak ada luka kornea, perdarahan di ruang depan mata atau robekan bola mata. Jangan menekan atau menggosok mata dan jangan mencoba mengeluarkan benda yang tertancap. Gunakan pelindung kaku longgar serta cari pertolongan darurat.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Academy of Ophthalmology — subconjunctival hemorrhage, Mayo Clinic — subconjunctival hemorrhage. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



