Kesehatan Mata

Mata Kering

Mata kering terjadi ketika air mata tidak cukup atau tidak stabil untuk melindungi permukaan mata. Mata dapat terasa berpasir, terbakar, merah, sensitif cahaya, kabur, atau justru berair karena refleks. Penyebab sering gabungan antara produksi air mata, penguapan, kelopak, kelenjar minyak, lingkungan, obat, dan penyakit sistemik.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Mata Kering

Mengapa mata kering cenderung memburuk sendiri tanpa penanganan

Begitu lapisan air mata menjadi tidak stabil, baik karena produksinya kurang maupun karena terlalu cepat menguap, konsentrasi garam dalam air mata yang tersisa meningkat (hiperosmolaritas). Kondisi "terlalu asin" pada permukaan mata ini melukai sel-sel epitel dan memicu pelepasan zat radang yang selanjutnya merusak sel penghasil lendir pelindung mata dan semakin mengganggu kestabilan lapisan air mata — kerusakan yang justru mempercepat penguapan dan meningkatkan konsentrasi garam lebih jauh lagi, menciptakan lingkaran setan yang terus memperburuk diri sendiri tanpa intervensi.

Inilah mengapa mata kering yang dibiarkan tanpa penanganan cenderung memburuk secara progresif, bukan tetap stabil pada tingkat keparahan yang sama — peradangan yang dipicu hiperosmolaritas terus merusak permukaan mata dan mengurangi kemampuannya menghasilkan lapisan air mata yang stabil. Karena akar masalahnya adalah lingkaran setan peradangan, bukan sekadar kekurangan cairan, air mata buatan saja kadang tidak cukup untuk kasus sedang-berat — memutus siklus peradangan lewat obat antiinflamasi resep atau menangani penyebab dasarnya (disfungsi kelenjar meibom, penyakit autoimun) menjadi kunci menghentikan perburukan yang terus berlanjut.

Pemicu dan penyebab

Layar mengurangi kedipan; angin, AC, asap, lensa kontak, usia, menopause, operasi mata, kelopak tidak menutup, blepharitis dan meibomian gland dysfunction berperan. Antihistamin, decongestant, isotretinoin, antidepresan dan obat lain dapat memperburuk. Sjögren, lupus, rheumatoid arthritis, gangguan tiroid, kekurangan vitamin A, dan diabetes perlu dipertimbangkan sesuai gejala.

Nyeri, silau berat, atau penglihatan turun bukan mata kering biasaCari pemeriksaan mata pada hari yang sama bila nyeri sedang-berat, sensitif cahaya, penglihatan menurun, keluar nanah, cedera atau bahan kimia, mata merah saat memakai lensa kontak, bercak putih pada kornea, atau hanya satu mata sangat merah. Bilas bahan kimia segera dan ke IGD.

Perawatan awal

Gunakan air mata buatan; pilih bebas pengawet bila sering dipakai, istirahat layar dengan berkedip penuh, atur monitor sedikit di bawah mata, gunakan humidifier dan kacamata wraparound, hindari asap serta hembusan langsung, dan cukup tidur. Kompres hangat serta pembersihan kelopak membantu gangguan minyak. Jangan memakai air ludah atau tetes herbal.

Pemeriksaan dan terapi lanjutan

Dokter mata memeriksa kelopak, kornea, jumlah dan kestabilan air mata serta pewarnaan permukaan. Gel atau salep, obat antiinflamasi resep, perawatan kelenjar meibom, serum autologous, punctal plug, lensa khusus, atau operasi kelopak dipilih menurut penyebab. Tetes steroid hanya singkat dan dipantau karena glaukoma, katarak, dan infeksi.

Lensa kontak dan obat

Hentikan lensa kontak sementara saat mata merah atau nyeri dan jangan tidur atau mandi dengan lensa. Bicarakan obat pemicu tanpa menghentikannya sendiri. Tetes vasokonstriktor yang memutihkan merah tidak memperbaiki dry eye dan dapat rebound. Dry eye berat yang tidak ditangani dapat melukai kornea.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Eye Institute, PMC — tear hyperosmolarity mechanisms in dry eye. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.