Beranda/Alergi/Angioedema

Alergi

Angioedema

Angioedema adalah pembengkakan mendadak pada lapisan kulit yang lebih dalam, sering mengenai bibir, kelopak mata, wajah, tangan, kaki, genital, atau usus. Bila lidah atau tenggorokan terkena, jalan napas dapat tersumbat.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Angioedema

Mengapa adrenalin dan antihistamin tidak selalu mempan pada angioedema

Angioedema sebenarnya bisa dipicu oleh dua zat pembengkak yang berbeda di dalam tubuh: histamin, yang dilepaskan sel mast seperti pada alergi biasa dan biasanya disertai gatal serta biduran; atau bradikinin, zat pembengkak lain yang bekerja lewat jalur reseptor yang sama sekali berbeda dan biasanya tidak menimbulkan gatal. Perbedaan ini sangat penting secara klinis karena adrenalin dan antihistamin—andalan utama untuk angioedema akibat histamin dan anafilaksis—terbukti tidak efektif untuk angioedema yang dipicu bradikinin.

Angioedema akibat obat ACE inhibitor terjadi karena obat ini menghambat enzim yang seharusnya memecah bradikinin, sehingga bradikinin menumpuk berlebihan meski obat sudah dipakai bertahun-tahun tanpa masalah sebelumnya. Bentuk herediter (angioedema herediter) terjadi karena kekurangan atau disfungsi protein C1 inhibitor yang seharusnya mengendalikan produksi bradikinin, menyebabkan serangan bengkak berulang tanpa gatal, sering disertai nyeri perut hebat yang bisa disalahartikan sebagai masalah pencernaan. Karena kedua bentuk ini tidak merespons antihistamin, steroid, atau bahkan adrenalin, penanganannya memerlukan obat khusus yang menargetkan jalur bradikinin secara langsung—menjelaskan mengapa mengenali riwayat serangan tanpa gatal dan tanpa respons terhadap obat alergi biasa menjadi petunjuk penting bagi dokter untuk mencurigai penyebab bradikinin, bukan histamin.

Gejala dan penyebab

Angioedema alergi sering disertai biduran dan gatal setelah makanan, obat, sengatan, atau pemicu lain. Obat ACE inhibitor untuk tekanan darah dapat menyebabkan angioedema tanpa gatal bahkan setelah lama digunakan. Bentuk herediter atau didapat yang melibatkan bradikinin dapat menimbulkan serangan berulang dan nyeri perut.

Bengkak jalan napas adalah daruratHubungi 119 segera bila bibir, mulut, lidah, atau tenggorokan membengkak; sulit bernapas atau menelan; suara serak mendadak; merasa akan pingsan; atau kulit tampak pucat/kebiruan. Gunakan adrenalin sesuai rencana bila tersedia, lalu tetap ke IGD.

Diagnosis

Dokter menilai waktu muncul, pemicu, obat, biduran, riwayat keluarga, dan lokasi bengkak. Serangan berulang tanpa biduran dapat memerlukan pemeriksaan komplemen dan C1 inhibitor. Foto bengkak serta catatan makanan atau obat membantu bila gejala sudah mereda saat diperiksa.

Terapi berbeda menurut mekanisme

Angioedema alergi dapat memerlukan adrenalin pada anafilaksis, antihistamin, dan terapi lain. Angioedema akibat ACE inhibitor memerlukan penghentian obat oleh tenaga kesehatan dan penggantian yang aman. Bentuk herediter membutuhkan obat khusus; antihistamin dan steroid biasa mungkin tidak efektif.

Mencegah serangan

Hindari pemicu yang sudah terkonfirmasi dan informasikan riwayat angioedema kepada semua tenaga kesehatan. Bila diresepkan auto-injector adrenalin atau obat serangan herediter, pelajari penggunaannya dan bawa selalu. Jangan menguji ulang makanan atau obat pemicu sendiri.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Frontiers — Pathophysiology of Bradykinin and Histamine Mediated Angioedema. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.