Beranda/Alergi/Alergi Makanan

Alergi

Alergi Makanan

Alergi makanan adalah respons sistem imun terhadap protein makanan dan berbeda dari intoleransi. Diagnosis yang tepat mencegah pembatasan makanan yang tidak perlu sekaligus mengurangi risiko reaksi berat.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Alergi Makanan

Mengapa tes IgG makanan yang populer justru menunjukkan hal sebaliknya dari yang diklaim

Tes IgG makanan yang banyak dijual sebagai "tes alergi makanan" atau "tes sensitivitas" sebenarnya mengukur jenis antibodi yang sama sekali berbeda dari mekanisme alergi sungguhan. Alergi makanan yang sebenarnya melibatkan antibodi IgE, sementara antibodi IgG (terutama IgG4) yang diukur pada tes populer ini justru terbentuk sebagai bagian normal dari proses tubuh belajar mentoleransi makanan yang berulang kali dikonsumsi—semakin sering seseorang makan suatu makanan tanpa masalah, semakin tinggi kadar IgG makanan tersebut, persis kebalikan dari yang diasumsikan pengguna tes ini.

Karena alasan inilah organisasi alergi utama dunia (termasuk AAAAI, CSACI, dan EAACI) secara eksplisit menyatakan tes IgG makanan tidak boleh dipakai untuk mendiagnosis alergi atau intoleransi makanan—hasil IgG positif justru normal ditemukan pada orang sehat tanpa keluhan apa pun terhadap makanan tersebut. Sayangnya, tes ini masih banyak dijual secara komersial dan sering membuat orang menghindari makanan bergizi tanpa alasan medis yang valid, terutama berbahaya bila diterapkan pada anak yang sedang tumbuh dan membutuhkan variasi gizi lengkap.

Gejala

Biduran, bengkak, muntah, nyeri perut, diare, batuk, mengi, suara serak, pusing, atau pingsan dapat muncul setelah makan. Anafilaksis dapat terjadi tanpa ruam kulit.

Jangan menunggu ruamSulit bernapas atau menelan, suara berubah, bengkak lidah atau tenggorokan, pingsan, kebingungan, atau gejala cepat pada beberapa sistem membutuhkan adrenalin bila tersedia dan layanan darurat.

Diagnosis yang tepat

Catatan makanan dan gejala membantu, tetapi tes IgG makanan dan panel luas tanpa riwayat tidak dianjurkan untuk mendiagnosis sendiri. Tes kulit atau IgE spesifik perlu ditafsirkan bersama riwayat; tes tantang dilakukan di bawah pengawasan medis.

Menghindari dengan aman

Hindari hanya alergen yang telah dipastikan, baca label setiap kali membeli, tanyakan kontaminasi silang, dan susun rencana untuk sekolah, perjalanan, serta restoran. Konsultasi gizi penting bila banyak makanan utama dikeluarkan.

Perawatan

Belum ada obat rumahan yang menyembuhkan alergi makanan. Antihistamin dapat membantu gejala kulit ringan, sedangkan adrenalin adalah terapi pertama untuk anafilaksis. Terapi desensitisasi tertentu hanya dilakukan melalui layanan spesialis.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAID, CDC, PMC — CSACI Position Statement on Food-Specific IgG Testing. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.