Dari iritasi hingga nekrosis
Karies dalam paling umum, tetapi gigi retak, benturan, kebocoran tambalan, prosedur berulang atau bruxism juga dapat merusak. Reversible pulpitis biasanya sensitif singkat tanpa nyeri spontan dan membaik setelah penyebab ditutup. Irreversible pulpitis dapat sakit spontan/malam, sulit menentukan gigi, panas/dingin menetap dan kemudian tampak “hilang” saat pulpa mati—bukan berarti sembuh.
Diagnosis menguji pulpa dan jaringan akar
Dokter menilai riwayat waktu nyeri, karies/retak, palpasi dan percussion; membandingkan respons cold/heat atau electric pulp testing dengan gigi sehat. X-ray melihat kedalaman karies, tulang dan akar tetapi pulpitis dini dapat belum terlihat. Nyeri sinus, sendi rahang, trigeminal neuralgia atau gigi lain dapat memantul, sehingga jangan meminta root canal dari gejala saja.
Terapi menyelamatkan atau mengangkat pulpa
Reversible pulpitis ditangani dengan menghilangkan karies/iritasi dan restorasi kedap, kadang vital pulp therapy. Irreversible pulpitis atau necrosis memerlukan root canal/pulpotomy terpilih atau extraction bila gigi tak dapat dipulihkan. Root canal membersihkan, membentuk, mendisinfeksi lalu mengisi kanal; mahkota sering dibutuhkan. Antibiotik tidak menghilangkan pulpa meradang di dalam gigi dan bukan terapi rutin tanpa systemic/spreading infection.
Sambil menunggu dokter gigi
Gunakan paracetamol dan/atau ibuprofen sesuai label bila aman, hindari pemicu suhu/manis dan kunyah sisi lain. Jangan menempel aspirin, minyak cengkeh pekat atau bahan kimia ke gusi karena luka bakar. Jangan mengandalkan antibiotik sisa. Perawatan cepat mencegah necrosis, apical abscess, kerusakan tulang dan kehilangan gigi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Dental Association — root canals, American Dental Association — tooth anatomy. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



