Beranda/Gigi dan Mulut/Plak dan Karang Gigi

Kesehatan Gigi dan Gusi

Plak dan Karang Gigi

Plak adalah lapisan lengket berisi bakteri yang terus terbentuk pada gigi. Bila tidak dibersihkan, plak dapat menyebabkan karies dan radang gusi serta mengeras menjadi kalkulus atau karang gigi. Plak dapat dikendalikan di rumah, tetapi karang gigi tidak dapat dilepas aman dengan sikat atau alat rumahan dan memerlukan pembersihan profesional.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Plak dan Karang Gigi

Mengapa karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan menyikat

Air liur secara alami mengandung kalsium dan fosfat dalam kadar yang sudah mendekati titik jenuh, dan begitu plak (kumpulan bakteri hidup) menempel cukup lama di permukaan gigi, mineral-mineral ini mulai mengendap dan menembus ke dalam struktur plak. Bakteri dalam plak bahkan mempercepat proses ini dengan melepaskan enzim yang merusak protein air liur yang seharusnya mencegah pengendapan mineral berlebihan, sehingga kalsium fosfat terus terakumulasi dan mengkristal menjadi struktur keras yang menyerupai mineral tulang (hidroksiapatit).

Begitu proses pengerasan ini selesai, karang gigi yang terbentuk melekat sangat kuat pada permukaan gigi lewat ikatan kristal yang jauh lebih kuat dari yang bisa dilepas oleh sikat atau benang gigi — berbeda dari plak yang masih lunak dan mudah disapu bersih. Inilah mengapa karang gigi memerlukan instrumen khusus (scaling manual atau ultrasonik) yang secara mekanis memecah ikatan kristal tersebut, dan mengapa mencegah plak mengeras sejak awal (lewat pembersihan rutin sebelum sempat termineralisasi) jauh lebih mudah dibanding menghilangkan karang gigi yang sudah terbentuk.

Plak berbeda dari karang gigi

Plak biasanya hampir tidak berwarna dan terasa licin atau lengket; tablet pewarna dapat menunjukkan area yang tertinggal. Mineral saliva membuat plak mengeras menjadi karang, sering di dekat kelenjar ludah dan bawah garis gusi. Permukaan kasar karang menahan lebih banyak plak, tetapi warna kuning atau cokelat tidak menunjukkan tingkat penyakit sendirian.

Bengkak wajah atau sulit menelan dapat menandakan infeksiCari perawatan gigi segera bila nyeri berdenyut, nanah, demam, gusi atau wajah membengkak, gigi goyang baru, atau perdarahan tidak berhenti. Ke IGD bila bengkak menyulitkan napas atau menelan, menyebar ke mata atau leher, atau disertai kondisi sangat lemah.

Dampak pada gusi dan penyangga gigi

Plak di garis gusi menyebabkan gingivitis: gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah, yang sering dapat pulih dengan kebersihan baik dan pembersihan. Bila peradangan berkembang menjadi periodontitis, tulang penyangga dapat rusak, terbentuk kantong gusi, bau mulut, gusi turun, gigi goyang, dan kehilangan gigi.

Pencegahan harian

Sikat lembut dua kali sehari dengan pasta gigi fluoride, arahkan bulu ke garis gusi, dan bersihkan semua permukaan serta lidah. Bersihkan sela setiap hari dengan floss atau sikat interdental sesuai ruang. Batasi frekuensi gula, jangan merokok, dan kontrol diabetes serta mulut kering. Gusi berdarah bukan alasan berhenti membersihkan, tetapi perlu teknik lembut dan evaluasi.

Scaling dan pemeriksaan

Dokter gigi atau dental hygienist mengangkat karang dengan instrumen manual atau ultrasonik; pembersihan lebih dalam diperlukan bila ada kantong periodontal. Jadwal tidak sama untuk semua orang dan mengikuti risiko. Jangan mengikis sendiri memakai benda tajam, asam, baking soda kasar, atau alat scaling daring karena dapat melukai gusi dan email.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Institute of Dental and Craniofacial Research, NIDCR — gum disease, PMC — mineral encapsulation in calcified oral biofilms. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.