Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Cacar Api pada Anak

Kesehatan Anak

Cacar Api pada Anak

Cacar api atau herpes zoster terjadi saat virus varicella-zoster yang menetap setelah cacar air kembali aktif. Kondisi ini dapat terjadi pada anak, tetapi tidak umum dan perlu diperiksa untuk memastikan diagnosis.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Cacar Api pada Anak

Mengapa cacar api pada anak tergolong jarang

Setelah cacar air sembuh, virus varicella-zoster tidak benar-benar hilang dari tubuh—ia 'bersembunyi' dalam keadaan tidak aktif di ganglion akar dorsal (kumpulan sel saraf dekat tulang belakang) seumur hidup. Cacar api terjadi ketika virus ini aktif kembali, sesuatu yang normalnya dicegah oleh sistem imun seluler yang terus 'menjaganya' tetap tertidur.

Cacar api paling umum terjadi pada usia 50 tahun ke atas, ketika daya tahan sistem imun seluler secara alami menurun seiring usia sehingga penjagaan terhadap virus yang tertidur ini melemah—inilah mengapa kasus pada anak sehat tergolong jarang dan lebih sering menimbulkan kecurigaan terhadap penyebab lain yang membuat sistem imun anak melemah lebih dini, seperti pernah terkena cacar air pada usia sangat muda (di bawah 3 tahun, yang penelitian kaitkan dengan risiko reaktivasi hampir 4 kali lebih tinggi), stres fisik berat, atau kondisi yang menekan sistem imun.

Mengenali herpes zoster

Nyeri, gatal, atau kesemutan dapat muncul sebelum ruam. Lepuh biasanya berkelompok seperti jalur pada satu sisi tubuh atau wajah dan jarang melewati garis tengah.

Hubungi dokter hari iniSegera periksa bila ruam berada di dekat mata, hidung, atau telinga; penglihatan atau pendengaran berubah; anak sangat sakit; ruam menyebar luas; atau anak memiliki kanker, HIV, transplantasi, atau memakai obat penekan imun.

Mengapa perlu dinilai cepat?

Herpes zoster pada anak dapat sulit dibedakan dari ruam lain. Obat antivirus paling efektif bila dimulai dini, terutama bila nyeri atau ruam sedang-berat, mengenai wajah, atau anak memiliki kekebalan lemah.

Perawatan dan penularan

Jaga ruam bersih, kering, dan tertutup; cegah garukan serta cuci tangan. Cairan lepuh dapat menularkan virus kepada orang yang belum kebal dan menyebabkan cacar air—bukan langsung cacar api.

Lindungi kelompok rentan

Sampai lepuh mengering, hindari kontak dengan ibu hamil yang belum kebal, bayi prematur atau berat lahir rendah, dan orang dengan kekebalan lemah.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC: Gambaran klinis, Exploring Risk Factors and Patterns in Uncommon Recurrences of VZV Reactivation (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.