Gejala tidak selalu ada
Cairan abnormal, nyeri kencing, luka, blister, kutil, ruam, perdarahan setelah seks, nyeri panggul atau testis dapat terjadi, tetapi chlamydia, gonorrhea, HPV, HIV dan lainnya sering diam. Herpes dan HPV dapat menular dari kulit yang tidak tertutup kondom. Hepatitis C terutama melalui darah dan risiko seksualnya meningkat pada paparan tertentu; thrush bukan biasanya IMS.
Tes sesuai riwayat
Tenaga kesehatan menanyakan pasangan, praktik seksual, kondom, kehamilan dan obat tanpa menghakimi. Urine atau swab NAAT mendeteksi chlamydia/gonorrhea di lokasi yang terpapar; darah digunakan untuk HIV, syphilis dan hepatitis. Window period berbeda sehingga tes mungkin perlu diulang. Pemeriksaan rutin mengikuti usia, kehamilan dan risiko lokal, bukan menunggu gejala.
Terapi juga mencegah penularan
IMS bakteri dan parasit umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat; infeksi virus dapat dikendalikan dan komplikasinya dicegah. Selesaikan terapi, hindari seks sampai masa yang dianjurkan, dan lakukan retesting bila direkomendasikan. Pasangan perlu diberi tahu, dites atau diobati sesuai infeksi untuk mencegah reinfeksi. Jangan membeli antibiotik acak karena resistensi gonorrhea meningkat.
Pencegahan berlapis
Kondom eksternal/internal dan dental dam menurunkan risiko bila dipakai benar sejak awal kontak, tetapi tidak menutup semua kulit. Vaksin HPV dan hepatitis B, tes berkala, jumlah pasangan lebih sedikit serta komunikasi hasil membantu. PrEP sangat efektif mencegah HIV pada orang berisiko; setelah paparan berpotensi HIV, PEP harus dimulai sesegera mungkin dan tidak lebih dari 72 jam.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — preventing STIs, CDC — STI testing, CDC — HIV PEP. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



