Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Infeksi Menular Seksual

Kesehatan Seksual dan Infeksi

Infeksi Menular Seksual

Istilah IMS lebih tepat daripada “penyakit kelamin” karena infeksi sering tidak menimbulkan gejala tetapi tetap dapat menular dan menyebabkan komplikasi. Tes yang tepat bergantung pada jenis hubungan dan lokasi paparan—tenggorok, vagina/cervix, urine/urethra atau rectum—bukan satu panel yang sama untuk semua orang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Infeksi Menular Seksual

Gejala tidak selalu ada

Cairan abnormal, nyeri kencing, luka, blister, kutil, ruam, perdarahan setelah seks, nyeri panggul atau testis dapat terjadi, tetapi chlamydia, gonorrhea, HPV, HIV dan lainnya sering diam. Herpes dan HPV dapat menular dari kulit yang tidak tertutup kondom. Hepatitis C terutama melalui darah dan risiko seksualnya meningkat pada paparan tertentu; thrush bukan biasanya IMS.

Tes sesuai riwayat

Tenaga kesehatan menanyakan pasangan, praktik seksual, kondom, kehamilan dan obat tanpa menghakimi. Urine atau swab NAAT mendeteksi chlamydia/gonorrhea di lokasi yang terpapar; darah digunakan untuk HIV, syphilis dan hepatitis. Window period berbeda sehingga tes mungkin perlu diulang. Pemeriksaan rutin mengikuti usia, kehamilan dan risiko lokal, bukan menunggu gejala.

PEP HIV berpacu dengan waktuKe IGD atau layanan HIV segera—maksimal 72 jam—setelah paparan seksual atau jarum yang berpotensi HIV. Nyeri panggul hebat, demam, pingsan, testis nyeri/bengkak mendadak, kehamilan dengan nyeri/perdarahan, atau kekerasan seksual membutuhkan pertolongan segera dan dukungan yang trauma-informed.

Terapi juga mencegah penularan

IMS bakteri dan parasit umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat; infeksi virus dapat dikendalikan dan komplikasinya dicegah. Selesaikan terapi, hindari seks sampai masa yang dianjurkan, dan lakukan retesting bila direkomendasikan. Pasangan perlu diberi tahu, dites atau diobati sesuai infeksi untuk mencegah reinfeksi. Jangan membeli antibiotik acak karena resistensi gonorrhea meningkat.

Pencegahan berlapis

Kondom eksternal/internal dan dental dam menurunkan risiko bila dipakai benar sejak awal kontak, tetapi tidak menutup semua kulit. Vaksin HPV dan hepatitis B, tes berkala, jumlah pasangan lebih sedikit serta komunikasi hasil membantu. PrEP sangat efektif mencegah HIV pada orang berisiko; setelah paparan berpotensi HIV, PEP harus dimulai sesegera mungkin dan tidak lebih dari 72 jam.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — preventing STIs, CDC — STI testing, CDC — HIV PEP. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.