Beranda/Alergi/Anafilaksis dan Syok Anafilaktik

Alergi dan Kegawatdaruratan

Anafilaksis dan Syok Anafilaktik

Anafilaksis adalah reaksi alergi sistemik yang dapat memburuk dalam menit; syok anafilaktik terjadi ketika sirkulasi gagal dan tekanan turun. Epinephrine intramuskular adalah terapi pertama—antihistamine, steroid, atau inhaler tidak menggantikannya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 25 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Anafilaksis dan Syok Anafilaktik

Kulit dapat normal meski reaksi berat

Biduran, gatal, kemerahan, bibir/lidah bengkak, suara serak, wheeze, sesak, muntah, kram, pusing, atau pingsan dapat muncul setelah makanan, obat, sengatan, latex, atau olahraga dengan cofactor. Anafilaksis dapat terjadi tanpa ruam, terutama bila tekanan atau airway terganggu.

Gunakan autoinjector segera di paha

Suntikkan epinephrine pada paha luar melalui pakaian bila perlu sesuai perangkat dan action plan, lalu hubungi 119/layanan darurat. Jangan menunggu antihistamine bekerja. Dosis dapat diulang setelah 5–15 menit bila gejala menetap dan perangkat tersedia; epinephrine IV hanya oleh tenaga terlatih dengan monitoring.

Epinephrine dulu, lalu ambulansGunakan epinephrine segera untuk sulit bernapas, tenggorokan/bibir bengkak, pingsan, tekanan turun, atau gejala pada dua sistem setelah paparan. Tidak ada kontraindikasi absolut untuk epinephrine IM pada anafilaksis yang mengancam jiwa.

Posisi tubuh memengaruhi keselamatan

Baringkan dengan kaki terangkat bila bernapas nyaman; bila sangat sesak, duduk dengan kaki lurus. Orang hamil dimiringkan ke kiri. Jangan berdiri atau berjalan mendadak karena dapat memicu kolaps. Bila muntah atau tidak sadar tetapi bernapas, posisikan miring; mulai CPR bila tidak bernapas normal.

Evaluasi setelah pulih mencegah kekambuhan

Rumah sakit mengamati sesuai keparahan karena reaksi biphasic dapat terjadi. Allergist menelusuri pemicu, memberi rencana tertulis, mengajarkan dua autoinjector bila diresepkan, dan mempertimbangkan venom immunotherapy. Pakai gelang medis dan periksa kedaluwarsa; jangan melakukan challenge pemicu sendiri.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Allergy Organization — Anaphylaxis guidance, Clinical practice guideline — Emergency management of anaphylaxis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.