Beranda/Saraf dan Otak/Pembengkakan Otak (Edema Serebral)

Otak dan Saraf

Pembengkakan Otak (Edema Serebral)

Pembengkakan otak adalah penumpukan cairan di jaringan otak yang dapat menaikkan tekanan di dalam tengkorak dan mengurangi aliran darah. Ini bukan satu penyakit, melainkan komplikasi berbagai kondisi yang memerlukan penanganan rumah sakit sesuai penyebabnya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Pembengkakan Otak (Edema Serebral)

Penyebab dan gejala

Edema dapat menyertai stroke iskemik atau perdarahan, cedera kepala, tumor, abses atau meningitis, kekurangan oksigen, gagal hati, gangguan natrium dan dataran tinggi. Sakit kepala memburuk, muntah, bingung, mengantuk, kelemahan satu sisi, bicara berubah, kejang, pupil tidak sama atau penurunan kesadaran dapat menandakan tekanan meningkat.

Pemeriksaan harus cepat

Tim darurat menstabilkan jalan napas, pernapasan, tekanan darah dan gula, lalu memakai CT kepala; MRI membantu bila kondisi stabil. Pemeriksaan darah mencari infeksi dan gangguan metabolik. Lumbar puncture tidak dilakukan sembarangan karena pada massa atau tekanan sangat tinggi dapat memicu herniasi; imaging dan penilaian klinis menentukan keamanannya.

Penurunan kesadaran, kejang, atau kelemahan mendadak adalah daruratHubungi layanan gawat darurat untuk sakit kepala sangat hebat mendadak, muntah berulang, kejang pertama atau berkepanjangan, wajah mencong, anggota tubuh lemah, bicara pelo, pupil tidak sama, kebingungan atau sulit dibangunkan—terutama setelah benturan kepala.

Terapi bergantung penyebab

Perawatan dapat mencakup elevasi kepala, oksigenasi dan ventilasi yang tepat, kontrol demam serta kejang, mannitol atau saline hipertonik, drainase cairan otak, pengangkatan massa atau decompressive surgery. Stroke, infeksi, perdarahan dan tumor masing-masing membutuhkan terapi khusus. Steroid dapat membantu edema vasogenik sekitar tumor, tetapi tidak dianjurkan pada traumatic brain injury.

Pemulihan

Hasil sangat bergantung pada penyebab, luas kerusakan dan kecepatan terapi. Setelah stabil, rehabilitasi fisik, bicara, menelan, kognitif dan psikologis mungkin diperlukan. Jangan mengobati sakit kepala setelah trauma dengan menunggu di rumah bila disertai muntah, kantuk atau perubahan perilaku, dan jangan menghentikan obat antikejang atau steroid mendadak tanpa arahan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Brain Trauma Foundation — severe traumatic brain injury guidelines, American Stroke Association — brain swelling after stroke. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.