Penyebab dan gejala
Edema dapat menyertai stroke iskemik atau perdarahan, cedera kepala, tumor, abses atau meningitis, kekurangan oksigen, gagal hati, gangguan natrium dan dataran tinggi. Sakit kepala memburuk, muntah, bingung, mengantuk, kelemahan satu sisi, bicara berubah, kejang, pupil tidak sama atau penurunan kesadaran dapat menandakan tekanan meningkat.
Pemeriksaan harus cepat
Tim darurat menstabilkan jalan napas, pernapasan, tekanan darah dan gula, lalu memakai CT kepala; MRI membantu bila kondisi stabil. Pemeriksaan darah mencari infeksi dan gangguan metabolik. Lumbar puncture tidak dilakukan sembarangan karena pada massa atau tekanan sangat tinggi dapat memicu herniasi; imaging dan penilaian klinis menentukan keamanannya.
Terapi bergantung penyebab
Perawatan dapat mencakup elevasi kepala, oksigenasi dan ventilasi yang tepat, kontrol demam serta kejang, mannitol atau saline hipertonik, drainase cairan otak, pengangkatan massa atau decompressive surgery. Stroke, infeksi, perdarahan dan tumor masing-masing membutuhkan terapi khusus. Steroid dapat membantu edema vasogenik sekitar tumor, tetapi tidak dianjurkan pada traumatic brain injury.
Pemulihan
Hasil sangat bergantung pada penyebab, luas kerusakan dan kecepatan terapi. Setelah stabil, rehabilitasi fisik, bicara, menelan, kognitif dan psikologis mungkin diperlukan. Jangan mengobati sakit kepala setelah trauma dengan menunggu di rumah bila disertai muntah, kantuk atau perubahan perilaku, dan jangan menghentikan obat antikejang atau steroid mendadak tanpa arahan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Brain Trauma Foundation — severe traumatic brain injury guidelines, American Stroke Association — brain swelling after stroke. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



