Beranda/Kesehatan Mental/Anoreksia Nervosa

Kesehatan Mental

Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan dan kondisi kesehatan mental serius, bukan pilihan atau kurang kemauan. Seseorang dapat membatasi makan, takut berat badan naik, menilai tubuh secara tidak akurat, atau melakukan olahraga dan perilaku kompensasi hingga tubuh kekurangan energi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Anoreksia Nervosa

Mengapa kelaparan membuat pikiran makin kaku

Sebagian besar orang mengira pembatasan makan pada anoreksia murni soal pilihan atau kemauan, padahal kelaparan itu sendiri mengubah cara otak bekerja. Eksperimen kelaparan Minnesota tahun 1944 — dilakukan pada relawan sehat tanpa gangguan makan — menunjukkan bahwa pembatasan kalori dalam yang cukup lama saja sudah memicu pikiran obsesif tentang makanan, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan depresi, persis pola yang terlihat pada anoreksia.

Artinya, semakin lama tubuh kekurangan gizi, semakin sulit pikiran keluar dari pola pikir kaku tentang makanan dan berat badan — bukan karena kurang niat, tetapi karena otak yang kelaparan secara biologis cenderung terpaku pada makanan dan sulit berpikir fleksibel. Inilah salah satu alasan mengapa pemulihan gizi menjadi bagian penting terapi, bukan sekadar hasil akhir dari membaiknya pikiran.

Tanda tidak selalu terlihat dari berat badan

Melewatkan makan, aturan makanan makin kaku, menghindari makan bersama, menimbang berulang, olahraga berlebihan, muntah atau penggunaan pencahar, merasa kedinginan, pusing, sulit konsentrasi, haid berhenti, dan menarik diri dapat terjadi. Orang dengan berat badan berapa pun bisa mengalami gangguan makan yang berbahaya — anoreksia atipikal (gejala sama beratnya tetapi berat badan masih dalam rentang "normal" atau lebih) sama seriusnya dan sama berhaknya mendapat penanganan.

Cari pertolongan daruratKe IGD bila pingsan, nyeri dada, jantung tidak teratur, sangat lemah, kebingungan, kejang, tidak mampu makan atau minum, muntah berulang, atau ada pikiran dan rencana menyakiti diri. Dampingi orang tersebut dan jangan tinggalkan sendirian saat berisiko.

Mengapa berbahaya

Kekurangan gizi dapat memperlambat denyut jantung dan tekanan darah, mengganggu elektrolit, melemahkan tulang dan otot, memengaruhi hormon, ginjal, pencernaan, otak, dan imunitas. Risiko depresi, kecemasan, menyakiti diri, dan bunuh diri juga meningkat.

Di antara semua gangguan kesehatan mental, anoreksia nervosa memiliki angka kematian tertinggi: sekitar 5-10% orang dengan anoreksia meninggal dalam 10 tahun sejak terdiagnosis, dan 18-20% dalam 20 tahun — risiko kematian 5-6 kali lebih tinggi dibanding populasi umum pada usia yang sama. Angka ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan alasan mengapa mencari bantuan lebih awal, bukan menunggu kondisi tampak "cukup parah", benar-benar mengubah peluang bertahan dan pulih.

Penilaian dan terapi

Tenaga kesehatan menilai pola makan dan olahraga, kesehatan mental, berat dan pertumbuhan, denyut, tekanan darah, suhu, darah, serta EKG bila perlu. Terapi menggabungkan pemulihan nutrisi, pemantauan medis, psikoterapi, dan dukungan keluarga; sebagian pasien memerlukan rumah sakit.

Satu hal yang sering tidak disadari keluarga: memberi makan kembali orang yang sudah lama kekurangan gizi berat TIDAK boleh dilakukan tergesa-gesa di rumah tanpa pengawasan. Tubuh yang lama kelaparan dapat mengalami "refeeding syndrome" saat asupan kalori dinaikkan terlalu cepat — kadar fosfat, kalium, dan magnesium dalam darah anjlok drastis, yang bisa memicu gagal jantung dalam hitungan hari. Inilah mengapa peningkatan asupan kalori pada kasus berat dilakukan bertahap dengan pemantauan darah ketat oleh tenaga medis, bukan dengan niat baik "biar cepat gemuk lagi". Pemulihan tetap mungkin, dan pertolongan dini memperbaiki peluang secara nyata.

Cara membantu

Sampaikan kekhawatiran berdasarkan perubahan yang terlihat tanpa berdebat tentang bentuk tubuh. Dengarkan, tawarkan menemani ke dokter, dan hindari komentar tentang berat, diet, atau memuji penurunan berat badan. Jangan menunggu orang tampak sangat kurus sebelum mencari bantuan.

Mencari bantuan di IndonesiaMulai dari dokter umum, dokter anak, penyakit dalam, atau psikiater. Penanganan ideal melibatkan profesional kesehatan mental dan ahli gizi yang memahami gangguan makan; target makan atau berat tidak aman ditetapkan sendiri.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, NIMH, PMC — angka kematian anoreksia nervosa, PMC — manajemen refeeding syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.