Mengapa banyak anak bisa makan telur yang dipanggang lama tetapi tidak telur setengah matang
Telur mengandung dua protein utama yang memicu alergi, dan keduanya bereaksi sangat berbeda terhadap panas. Ovalbumin, protein utama putih telur, mudah rusak bentuknya (terdenaturasi) oleh panas tinggi, sehingga bagian yang dikenali antibodi IgE pada protein ini hilang setelah dipanggang lama—inilah sebabnya memanggang telur bersama tepung dalam suhu tinggi dan waktu lama (seperti pada kue) dapat menjinakkan sebagian besar potensi alergennya. Ovomukoid, protein kedua, jauh lebih tahan panas dan hanya benar-benar rusak setelah direbus lebih dari 30 menit, sehingga telur setengah matang atau digoreng sebentar saja masih menyisakan cukup ovomukoid utuh untuk memicu reaksi pada orang yang alergi terhadap protein ini secara spesifik.
Inilah sebabnya sekitar 80% anak dengan alergi telur ternyata memiliki alergi tipe sementara yang lebih ditujukan pada ovalbumin, dan mampu menoleransi telur yang dipanggang sangat matang meski masih bereaksi terhadap telur mentah atau setengah matang—bukan karena "alerginya membaik secara ajaib", melainkan karena bentuk protein yang dikonsumsi benar-benar berbeda secara kimiawi. Memahami perbedaan ini menjelaskan mengapa dokter menyusun tangga pengenalan bertahap dari bentuk telur paling matang menuju paling mentah, dan mengapa mencoba telur mentah setelah berhasil makan kue bukanlah langkah yang aman untuk dicoba sendiri di rumah.
Gejala
Kemerahan atau biduran di sekitar mulut, bengkak, muntah, sakit perut, batuk, mengi, atau anafilaksis dapat muncul segera setelah makan. Eksim yang memburuk lebih lambat juga dapat berkaitan, tetapi perlu dinilai karena memiliki banyak pemicu.
Diagnosis
Riwayat bentuk telur, jumlah, waktu, dan gejala dipadukan dengan tes kulit atau IgE bila sesuai. Hasil tes saja tidak membuktikan alergi; tes tantang makanan hanya dilakukan dengan rencana dan pengawasan medis.
Telur matang dan mentah
Sebagian anak dapat makan telur yang dipanggang lama bersama tepung tetapi bereaksi terhadap telur setengah matang atau mentah. Jangan mencoba tangga pengenalan telur sendiri setelah reaksi berat; ikuti rencana dokter atau ahli gizi.
Hindari pembatasan berlebihan
Baca label dan ketahui nama bahan yang mengandung telur. Bila telur harus dikeluarkan, pastikan pola makan tetap menyediakan protein dan zat gizi yang cukup. Tanyakan tenaga kesehatan mengenai vaksin; alergi telur tidak otomatis melarang semua vaksin.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Cambridge University Hospitals, NHS: Anaphylaxis, Clinical and Translational Allergy — Tolerance to Heated Egg in Egg Allergy. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



