Beranda/Alergi/Alergi Susu Sapi

Alergi

Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi adalah reaksi imun terhadap protein susu, sedangkan intoleransi laktosa adalah kesulitan mencerna gula susu. Penanganan keduanya berbeda dan eliminasi tanpa diagnosis dapat mengganggu pertumbuhan atau gizi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Alergi Susu Sapi

Mengapa ada dua jenis alergi susu yang sangat berbeda pada bayi, dan mengapa prognosisnya juga berbeda

Alergi susu sapi sebenarnya mencakup dua mekanisme imun yang berbeda, bukan satu kondisi tunggal. Sekitar separuh kasus melibatkan antibodi IgE—jenis yang sama dengan alergi makanan pada umumnya—yang bereaksi cepat dalam hitungan menit hingga dapat berujung anafilaksis. Separuh kasus lainnya melibatkan mekanisme imun yang sama sekali berbeda tanpa IgE, menyerang usus secara langsung dan menimbulkan gejala tertunda dua jam atau lebih setelah minum susu, seperti muntah berulang, diare, darah pada tinja, atau pertumbuhan yang terganggu—kondisi yang oleh dokter dikenal sebagai proktokolitis alergi atau FPIES (food protein-induced enterocolitis syndrome) tergantung pola dan beratnya gejala.

Perbedaan mekanisme ini penting karena menentukan prognosis: bayi dengan alergi susu tipe non-IgE (gejala usus tertunda) umumnya mengalami toleransi penuh dan bisa kembali minum susu dengan aman pada usia 1-3 tahun, sedangkan alergi susu tipe IgE (reaksi cepat) cenderung bertahan lebih lama dan memerlukan evaluasi ulang oleh dokter alergi sebelum mencoba memasukkan kembali susu ke dalam menu. Inilah sebabnya dokter tidak bisa menyamaratakan semua "alergi susu" dengan satu rencana yang sama—jenis reaksi yang dialami bayi menentukan kapan dan bagaimana susu bisa dicoba kembali.

Gejala

Reaksi cepat dapat berupa biduran, bengkak, muntah, mengi, atau anafilaksis. Sebagian bayi mengalami gejala lebih lambat seperti muntah berulang, diare, darah pada tinja, atau pertumbuhan terganggu; gejala tersebut juga memiliki banyak penyebab lain.

Waspadai anafilaksisGangguan napas, suara serak, bengkak tenggorokan atau lidah, pingsan, atau reaksi cepat yang berat membutuhkan adrenalin bila diresepkan dan layanan darurat segera.

Diagnosis

Riwayat hubungan antara susu dan gejala sangat penting. Tes kulit atau IgE membantu untuk reaksi cepat tertentu, sedangkan eliminasi dan pengenalan kembali yang terencana mungkin diperlukan untuk pola tertunda. Jangan melakukan tantangan di rumah setelah reaksi berat.

Menjaga nutrisi

Bayi memerlukan ASI atau formula yang sesuai anjuran tenaga kesehatan; minuman nabati biasa bukan pengganti formula bayi. Anak dan dewasa perlu sumber protein, energi, kalsium, vitamin D, dan zat gizi lain yang memadai.

Membaca label

Protein susu dapat ditemukan dalam whey, kasein, dan berbagai makanan olahan. Produk bebas laktosa masih mengandung protein susu dan tidak otomatis aman bagi orang dengan alergi susu.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic, NIAID, Canadian Paediatric Society — Cow's Milk Protein Allergy. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.