Pencernaan dan Bedah

Ileus Paralitik

Ileus paralitik terjadi ketika gerak usus melambat atau berhenti tanpa penyumbatan fisik, sehingga gas dan cairan menumpuk. Kondisi sering terjadi setelah operasi perut tetapi juga dapat dipicu infeksi berat, obat, gangguan elektrolit, atau penyakit lain.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20261 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Ileus Paralitik

Gejala menyerupai sumbatan

Perut kembung, mual, muntah, nyeri tumpul, tidak kentut atau BAB, dan sulit makan dapat terjadi. Nyeri kolik hebat, hernia, riwayat operasi, atau bising usus tertentu dapat mengarah ke obstruksi mekanis; keduanya tidak aman dibedakan sendiri di rumah.

Penyebab

Operasi, peritonitis, sepsis, pankreatitis, trauma, kalium rendah, gagal ginjal, opioid, antikolinergik, dan obat lain dapat menghambat usus. Dokter meninjau obat, operasi, cairan, elektrolit, dan penyakit penyerta.

Nyeri dan muntah dengan perut kembung perlu IGDKe IGD bila tidak kentut atau BAB disertai muntah, perut makin besar, nyeri berat atau menetap, demam, pingsan, darah pada muntah atau tinja, perut kaku, atau benjolan hernia nyeri.

Pemeriksaan

Pemeriksaan perut dan hernia, darah, elektrolit, serta rontgen atau CT membantu membedakan ileus dari sumbatan, perforasi, atau iskemia. Muntah dan distensi dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan aspirasi.

Penanganan

Terapi mencakup menghentikan pemicu bila aman, cairan dan elektrolit intravena, membatasi makan sementara, mobilisasi, mengurangi opioid, dan selang lambung bila muntah atau distensi berat. Operasi tidak rutin untuk ileus murni tetapi diperlukan bila ada penyebab mekanis atau komplikasi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.