Mengapa bau mulut sebagian besar berasal dari lidah, bukan lambung
Bau mulut sebagian besar dihasilkan oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup tanpa oksigen) yang berkembang biak di lapisan lidah, terutama bagian belakang yang kaya sisa sel mati, sisa makanan, dan lendir — lingkungan rendah oksigen dan kaya nutrisi yang ideal bagi bakteri jenis ini. Bakteri tersebut memecah protein yang mengandung sulfur dari sisa makanan dan sel mati, menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap (terutama hidrogen sulfida dan metil merkaptan) yang bertanggung jawab atas sebagian besar bau mulut yang tercium.
Inilah mengapa membersihkan lidah, bukan hanya menyikat gigi, menjadi langkah penting mengatasi bau mulut — sebagian besar sumber bakteri penghasil bau justru berada di permukaan lidah yang jarang dibersihkan, bukan di gigi maupun lambung seperti anggapan umum. Kondisi yang mengurangi aliran air liur (mulut kering, puasa ketat, obat tertentu) memperparah masalah karena air liur secara alami membantu membersihkan sisa makanan dan sel mati yang menjadi makanan bakteri tersebut — menjelaskan mengapa mulut terasa dan berbau lebih tidak sedap saat bangun tidur, ketika produksi air liur menurun drastis semalaman.
Penyebab yang umum
Sisa makanan, plak, radang gusi, infeksi gigi, lidah berlapis, gigi palsu yang kotor, mulut kering, merokok, alkohol, puasa ketat, tonsilitis, dan refluks dapat berperan. Bau jarang berasal dari lambung semata.
Perawatan mulut
Sikat gigi dan gusi dua kali sehari selama dua menit dengan pasta berfluorida, bersihkan sela gigi setiap hari, dan bersihkan lidah dengan lembut. Bersihkan gigi palsu dan lepaskan saat malam sesuai arahan.
Mengurangi mulut kering
Minum cukup, kunyah permen karet bebas gula bila aman, hindari rokok dan alkohol berlebih, serta tinjau obat yang menyebabkan mulut kering bersama dokter atau apoteker. Jangan menghentikan obat sendiri.
Kapan ke dokter gigi
Periksa bila bau menetap selama beberapa minggu meski kebersihan baik, atau terdapat gusi berdarah atau bengkak, sakit gigi, gigi goyang, luka mulut, masalah gigi palsu, atau sulit menelan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, PMC — tongue biofilm metatranscriptome and halitosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



