Penyakit Langka

Amiloidosis

Amiloidosis adalah kelompok penyakit langka ketika protein abnormal bernama amiloid menumpuk di jaringan. Dampaknya bergantung pada tipe protein dan organ yang terkena, terutama jantung, ginjal, hati, saraf, dan saluran cerna.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Amiloidosis

Mengapa protein yang salah lipat bisa mengeraskan organ tubuh, apa pun jenisnya

Meski amiloidosis punya banyak tipe berdasarkan protein penyebabnya (AL, AA, ATTR, dan lainnya), semuanya berbagi satu mekanisme dasar yang sama: protein yang seharusnya berfungsi normal melipat dengan cara yang salah, membentuk struktur kaku menyerupai lembaran (beta-sheet) yang saling menumpuk menjadi serat amiloid. Serat ini bersifat sangat sulit diuraikan oleh sistem pembersihan tubuh, sehingga terus menumpuk di ruang antar sel di berbagai organ alih-alih dibersihkan seperti protein rusak pada umumnya.

Pada jantung, misalnya, serat amiloid ini menyusup ke ruang antar sel otot jantung dan membuat dinding jantung menjadi kaku sekaligus lebih tebal—jantung yang seharusnya elastis dan mudah mengembang saat mengisi darah menjadi keras dan sulit meregang, kondisi yang disebut kardiomiopati restriktif. Inilah sebabnya jantung bisa tampak berfungsi "normal" dari segi kekuatan pompa pada tahap awal, padahal sebenarnya bermasalah dalam mengisi darah karena kekakuan dindingnya—menjelaskan mengapa sesak napas dan bengkak kaki pada amiloidosis jantung bisa muncul jauh sebelum kelainan jelas terlihat pada pemeriksaan jantung standar. Prinsip pengerasan jaringan yang sama ini juga terjadi di ginjal, saraf, dan organ lain yang terkena, meski penyebab protein spesifiknya berbeda-beda—menjelaskan mengapa gejala amiloidosis bisa sangat beragam tergantung organ mana yang paling terkena penumpukan.

Gejala dapat menyerupai penyakit lain

Kelelahan, berat badan turun, sesak, kaki bengkak, mudah memar di sekitar mata, urine berbusa, kesemutan, tekanan darah turun saat berdiri, diare atau sembelit dapat terjadi. Tidak semua pasien mengalami gejala yang sama sehingga diagnosis sering terlambat.

Tanda gangguan organ beratKe IGD bila sesak saat diam, nyeri dada, pingsan, jantung berdebar dengan lemas, urine sangat sedikit, kebingungan, atau bengkak memburuk cepat.

Tipe menentukan terapi

AL berasal dari sel plasma sumsum tulang; AA berkaitan dengan peradangan atau infeksi kronis; ATTR dapat disebabkan perubahan gen atau penuaan protein transthyretin; penumpukan beta-2 mikroglobulin dapat terkait dialisis lama. Menentukan tipe dengan tepat sangat penting karena pengobatannya berbeda.

Cara diagnosis

Pemeriksaan dapat mencakup darah dan urine, EKG, ekokardiografi atau MRI jantung, penilaian ginjal dan hati, serta biopsi jaringan untuk membuktikan amiloid. Tes khusus membantu menentukan protein penyebab, dan tes genetik dilakukan bila ATTR herediter dicurigai.

Pengobatan dan pemantauan

Terapi menekan produksi protein penyebab sekaligus mendukung organ. AL dapat memerlukan obat yang menargetkan sel plasma dan pada pasien terpilih transplantasi sel punca; ATTR memiliki obat penstabil atau penghambat produksi transthyretin; AA membutuhkan pengendalian peradangan. Cairan, garam, diuretik, dan obat jantung harus diatur dokter karena respons pasien dapat berbeda.

Mencari bantuan di IndonesiaAmiloidosis memerlukan koordinasi spesialis sesuai organ—hematologi, jantung, ginjal, saraf, atau genetik. Simpan hasil biopsi dan penentuan tipe protein karena keduanya menentukan terapi berikutnya.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, National Cancer Institute, StatPearls — Cardiac Amyloidosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.