Infeksi Menular Seksual

Klamidia

Klamidia adalah IMS bakteri yang dapat menginfeksi serviks, uretra, rektum, dan tenggorokan. Banyak orang tidak bergejala tetapi tetap dapat menularkan dan mengalami komplikasi, sehingga tes berdasarkan usia, paparan, kehamilan, dan risiko penting.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Klamidia

Mengapa klamidia disebut 'infeksi diam-diam', dan bagaimana kerusakannya terjadi

Klamidia adalah infeksi menular seksual bakteri paling umum di dunia, dengan sekitar 131 juta kasus baru per tahun secara global, tersering pada remaja perempuan usia 15-19 tahun. Sifat 'diam-diam' inilah yang membuatnya sangat berbahaya dari sudut pandang kesehatan masyarakat: sebagian besar infeksi pada saluran reproduksi bawah tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi dan tidak mencari pengobatan sampai komplikasi muncul.

Ketika infeksi tidak diobati, bakteri dapat naik dari serviks menuju saluran tuba falopi dan menyebabkan peradangan (salpingitis) yang meninggalkan jaringan parut permanen pada saluran tersebut. Kerusakan paling berat justru terjadi pada infeksi berulang—setiap episode infeksi baru menambah lapisan jaringan parut, secara bertahap menyempitkan atau menyumbat saluran tuba yang seharusnya dilalui sel telur, sehingga kesuburan menurun atau risiko kehamilan ektopik meningkat. Inilah mengapa tes dan pengobatan dini sangat penting justru karena tidak adanya gejala, bukan meski tidak ada gejala.

Gejala dan komplikasi

Cairan vagina atau penis, perih saat kencing, perdarahan antarhaid atau setelah seks, nyeri panggul, nyeri testis, serta nyeri, cairan atau darah rektal dapat terjadi. Infeksi tidak diobati dapat menyebabkan pelvic inflammatory disease, nyeri kronis, infertilitas, kehamilan ektopik, atau epididimitis.

Nyeri panggul atau testis perlu ditanganiCari pertolongan hari itu juga bila nyeri perut bawah, demam, muntah, perdarahan abnormal, atau nyeri dan bengkak testis. Ke IGD bila pingsan, nyeri panggul satu sisi pada kehamilan, atau nyeri testis mendadak berat.

Tes

NAAT pada urine awal atau swab vagina, serviks, rektum, atau tenggorokan dipilih sesuai anatomi dan jenis seks—tes urine saja dapat melewatkan paparan rektal atau tenggorokan. Tes IMS lain termasuk HIV, gonore dan sifilis ditawarkan berdasarkan risiko. Pemeriksaan rutin tidak bergantung pada gejala.

Pengobatan

Antibiotik menyembuhkan infeksi tetapi tidak membalik jaringan parut yang sudah terjadi. Regimen berbeda pada kehamilan dan lokasi rektal; minum seluruh dosis dan jangan berbagi obat. Hindari hubungan seksual sampai tujuh hari setelah terapi yang sesuai dan semua pasangan selesai diobati.

Pasangan dan tes ulang

Pasangan seksual baru-baru ini perlu evaluasi dan terapi untuk mencegah reinfeksi. Tes ulang sekitar tiga bulan dianjurkan karena infeksi ulang umum. Pada kehamilan, test of cure sekitar empat minggu dan tes ulang dilakukan sesuai pedoman; terapi membantu mencegah infeksi mata atau paru bayi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC STI Treatment Guidelines, Chlamydia trachomatis Infection (StatPearls), Pathogenesis of fallopian tube damage caused by Chlamydia trachomatis (PubMed). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.